| Akses transportasi masyarakat di Jorong Suduik, Nagari Sumpu terputus akibat luapan air yang membuat jalan amblas setelah hujan lebat. (ist) |
Tanah Datar, MJNews.ID – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kabupaten Tanah Datar hari ini, berdampak meluapnya air pada beberapa anak sungai. Akibatnya, akses transportasi masyarakat pun terputus.
Walinagari Sumpu, Kecamatan Batipuah Selatan Tanah Datar, Ade Hendrico, Senin 27 September 2021 melaporkan, salah satu dampak yang menyebabkan terjadinya kerusakan akibat terjangan air itu ditemukan di nagarinya. Jalan usaha tani dan perkebunan rakyat pun amblas dan terputus.
“Musibah jalan amblas itu ada di Jorong Suduik. Akses transportasi 15 kepala keluarga (KK) pun terputus. Kami berharap adanya solusi darurat dari pihak terkait,” katanya.
Selain memutus jalan, air deras setelah hujan lebat itu juga menyebabkan jalan nasional di Batu Taba dan Ombilin dipenuhi sampah. Genangan air hingga pagi juga terjadi di jembatan perlintasan kereta api dekat gerbang Destinasi Wisata Tanjung Mutiara.
Sedangkan tumpukan sampah berserakan di jalan nasional, ditemukan di seputaran Jorong Pasir Jaya, Nagari III Koto Padang lua dalam kawasan pinggir Danau Singkarak.
Kabupaten Tanah Datar termasuk daerah rawan bencana hidrologi, seperti banjir, air bah, galodo, dan tanah longsor, terutama ketika intensitas hujan sedang dan lebat dalam rentang waktu lebih dari satu jam.
Berdasarkan pemetaan BPBD Sumbar, hampir seluruh bentuk bencana alam sebenarnya ada di Tanah Datar. Agar tidak terjadi korban jiwa dan kerugian material, semua pihaknya diminta untuk siaga.
Warga daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu banyak pula yang bermukim di daerah rawan ben cana hidrologi dan tanah longsor. Daerah-daerah yang terbilang rawan bencana akibat pergerakan tanah, longsor, banjir, dan sungai meluap dalam kategori tinggi terdapat di Lintau Buo, bagian utara Pariangan, sebagian X Koto, Batipuah, dan Batipuah Selatan.
Untuk kategori menengah mencakup Salimpauang, Sungayang, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Limo Kaum, Rambatan, Padang Gantiang, dan Tanjuang Baru. Sedangkan potensi banjir ban dang ada di X Koto, Batipuah Selatan, dan beberapa daerah yang dilewati aliran sungai besar dan menengah.
(mus)
