Ketua KPPS 4, Darminto mengungkap TPS mereka kebanjiran sekitar pukul 10.00 WIB. Pada saat dibuka pukul 07.00 WIB kondisi masih aman meskipun hujan.
“Ini tadi tiba-tiba naik airnya karena hujan terus nggak berhenti-berhenti. Kalau partisipasi masyarakat lumayan karena pagi tadi belum ada banjir di TPS kami. Kalau ini banjir yang paling terparah karena semenjak saya tinggal di Desa ini nggak pernah kejadian seperti ini banjirnya,” ujar Darminto.
Warga yang datang ke TPS 4 ini banyak yang mengenakan payung.
Mereka juga tampak berjalan berhati-hati karena takut terperosok ke dalam lobang.
Kawasan Desa Dalu X B termasuk salah satu desa terparah di Kecamatan Tanjung Morawa akibat banjir.
Di tempat ini bahkan ada TPS yang harus dipindahkan ke masjid karena TPS yang ada di lapangan banjir sejak pagi hari.
Padahal selama ini lapangan bola kaki di kawasan itu tidak pernah digenangi air makanya diawal didirikan TPS di titik tersebut.
“Ya butuh perjuangan juga untuk menuju ke TPS karena harus melewati banjir dimana-mana. Ini saya sudah mencoblos dan harapannya Kepala Daerah yang terpilih baik Gubernur maupun Bupati bisa cepat memenuhi janji-janji kampanyenya nanti,” kata Wiwik salah satu warga.
Di TPS 4 Desa Dalu X B ini petugas KPPS yang bertugas pun tampak berhati-hati ketika memegang kertas surat suara. Hal ini agar tidak basah dan jatuh ke air.
Karena dinginnya air yang tergenang, ada di antara mereka yang tampak mengangkat kakinya ke kursi.
Selain itu celana yang dipakai juga tampak di gulung. Di TPS sama sekali tidak terlihat ada antrian pemilih.
Begitu daftar mereka langsung dipanggil dan menuju ke bilik suara.
(*/dari berbagai sumber)












