Tekno

Panduit Technology Day 2026: Infrastruktur AI dan Data Center Jadi Kunci Transformasi Digital Indonesia

26
Senior Manager of Singapore, Malaysia and Indonesia, Panduit.Kevin Choong. (Dok. MJNEWS/ Shendy)

MJNEWS.ID – Panduit, perusahaan global terkemuka di bidang solusi infrastruktur kelistrikan, jaringan, dan konektivitas, menggelar Panduit Technology Day Indonesia 2026 untuk memperkuat kesiapan infrastruktur nasional dalam menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Acara ini mempertemukan para profesional TI, konsultan, mitra, serta pelaku industri untuk membahas strategi membangun infrastruktur yang skalabel, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan teknologi masa depan. Kegiatan berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, Jakarta Barat, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Panduit Technology Day Indonesia menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk mengeksplorasi evolusi infrastruktur digital, khususnya dalam menjawab tantangan data center modern, lingkungan enterprise, serta sektor industri yang semakin bergantung pada teknologi berbasis AI.

Senior Manager of Singapore, Malaysia and Indonesia Panduit, Kevin Choong, mengatakan bahwa acara ini dirancang untuk menghadirkan inovasi infrastruktur fisik end-to-end yang mampu mendukung data center berbasis AI sekaligus mempercepat transformasi digital enterprise.

“Melalui Panduit Technology Day, kami ingin menyediakan platform berbagi informasi, memperkuat kemitraan industri, serta mempercepat adopsi solusi infrastruktur yang skalabel dan siap mendukung teknologi generasi berikutnya,” ujar Kevin.

Seiring pertumbuhan AI global yang diproyeksikan mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 40 persen, kebutuhan akan infrastruktur berkinerja tinggi menjadi semakin mendesak. Panduit menilai, implementasi AI tidak hanya bergantung pada perangkat lunak, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur fisik yang mendukung komputasi intensif.

“Infrastruktur adalah fondasi utama AI. Komputasi berkinerja tinggi, throughput data yang masif, analitik real-time, hingga operasional yang andal semuanya membutuhkan sistem daya yang kuat, jaringan berlatensi rendah, dan infrastruktur fisik berdensitas tinggi,” jelas Kevin.

Dalam acara ini, Panduit menyoroti tiga domain utama yang menjadi pilar transformasi digital berbasis AI.

Infrastruktur kelistrikan menjadi tulang punggung data center AI. Beban kerja GPU modern dapat membutuhkan daya hingga 30-100 kW per rak, sehingga distribusi daya yang stabil, grounding yang tepat, dan manajemen kabel yang aman menjadi faktor krusial.

Panduit juga menghadirkan solusi extended reach yang melampaui standar jaringan 100 meter. Solusi ini membantu meningkatkan bandwidth, menurunkan latensi, serta memperkuat konektivitas di lingkungan enterprise maupun edge computing.

Di sisi data center, peningkatan densitas fiber, konektivitas pre-terminated, sistem manajemen fiber, dan arsitektur siap GPU menjadi fokus utama untuk mendukung beban kerja AI yang terus meningkat.

Kevin menegaskan bahwa kemitraan dan ekosistem merupakan fondasi utama dalam menghadirkan solusi infrastruktur modern.

“Kemitraan memungkinkan integrasi teknologi yang saling melengkapi, mengurangi kompleksitas implementasi, serta memberikan solusi yang teruji dan siap menghadapi perubahan kebutuhan di masa depan,” katanya.

Menurutnya, ekosistem yang kuat akan membantu pelanggan meminimalkan risiko sekaligus memperoleh hasil implementasi yang konsisten.

Meningkatnya adopsi AI membawa sejumlah tantangan baru bagi operator data center, mulai dari lonjakan densitas daya, konsumsi energi yang lebih tinggi, keterbatasan pendinginan, hingga kebutuhan skalabilitas yang cepat.

GPU modern membutuhkan daya besar dalam ruang yang semakin terbatas. Oleh karena itu, desain infrastruktur harus mampu menjawab tantangan pendinginan, efisiensi energi, dan optimalisasi ruang secara bersamaan.

Kevin menilai Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat positif menuju kesiapan AI. Hal ini didukung oleh meningkatnya investasi digital, kebijakan pemerintah, serta semakin luasnya adopsi teknologi oleh kalangan enterprise.

Namun demikian, ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas daya, konektivitas, dan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama.

“Indonesia berada di jalur yang tepat. Tetapi untuk implementasi AI skala besar, penguatan infrastruktur dan pengembangan talenta harus berjalan beriringan,” ungkapnya.

Panduit Technology Day Indonesia menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi infrastruktur end-to-end yang mendukung pertumbuhan bisnis, keberlanjutan, serta transformasi digital di Indonesia.

Dengan pertumbuhan AI yang semakin pesat, Panduit optimistis infrastruktur yang tepat akan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi digital di Indonesia.

Exit mobile version