Mjnews.id – Tidak hanya minuman bandrek puncer yang digeluti oleh UMKM yang satu ini, namun salah satu UMKM yang bernama Muharti (Ya’ang) atau yang biasa disapa mbak Aang ini mencoba membuat usaha lainnya.
Usaha lain yang digelutinya kali ini adalah pembuatan kripik tempe khas Kota Sawahlunto, yang diberi nama Kripik tempe Ya’ang.
Pembuatan kripik tempe ini merupakan usaha keluarga yang dikerjakan oleh mbak Aang yang dibantu dengan suami.
“Ini usaha sampingan kami yang lainnya selain bandrek puncer, usaha yang kami geluti ini terbilang baru, di mana setiap harinya kami baru hanya menghabiskan satu kilo gram kacang kedelai sebagai bahan baku, namun kami optimis suatu hari nanti usaha kami ini bisa mencapai pangsa pasar yang luas,” tuturnya.
Dalam sekilo kacang ini dirinya mampu menghasilkan beberapa buah tempe ukuran bulat untuk dijadikan kripik yang kemudian diiris tipis untuk digoreng, sehingga bisa menghasilkan belasan bungkus kripik tempe yang siap untuk dipasarkan.
“Untuk Pemasaran baru hanya seputar Sawahlunto saja, namun saya juga optimis pemasaran ke pangsa yang lebih luas Insya Allah dapat dilakukan, apalagi say ingin kripik tempe ini dapat dijadikan oleh-oleh khusus untuk masyarakat yang berkunjung ke kota Sawahlunto,” katanya lagi.
Kalau untuk rasa, tidak diragukan lagi, pasti enak dan renyah.
Untuk masyarakat yang penasaran dengan kripik tempe mbak Ya’ang ini, silahkan datang langsung ke Kota Sawahlunto, atau bisa langsung pesan dengan menghubungi Muharti (Ya’ang) di nomor telepon +62 853-6506-1271.
(Uni)








