BeritaSumatera Barat

Prof. Ganefri Dilantik sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar 2025-2030

581
×

Prof. Ganefri Dilantik sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar 2025-2030

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat periode 2025-2030
Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat periode 2025-2030. (f/humas unp)

Mjnews.id – Prof. H. Ganefri, Ph.D dan sejumlah Pimpinan Universitas Negeri Padang (UNP) dipercaya sebagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat masa Khidmat 2025-2030.

Kepengurusan langsung dilantik langsung Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan SK Pelantikan dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Drs. H. Syaifullah Yusuf Selasa (29/4/2025) di Auditorium UNP Kampus Air Tawar Padang.

ADVERTISEMENT

Sebagai Rais Rais KH. Moch Chozien Adenan, Katib H. Joben, S.Ag., MA. Kepengurusan DPW NU yang dilantik sebagai Ketua Tanfidziyah untuk kedua kalinya adalah Prof. H. Ganefri, Ph.D, , Wakil Ketua Krismadinata, Ph.D, Sekretaris H. Tan Gusli, S.Fil, M.AP, M.A, Bendahara Prof. Dr. Remon Lapisa, MT, M.Sc. selain itu juga dilantik sebagai Katib Dr. rer. Nat Deski Beri, M.Si.

Hadir juga dalam agenda ini KH. Ahmad Asrori Katib ‘AAM PBNU, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Forkompimda Sumbar, Pengurus Ormas, Seluruh Pengurus PNU kabupaten/ Kota se Sumatera Barat, Forkompimda Sumbar, Pimpinan UNP, Pimpinan Pondek Pesantren NU. Dalam agenda terbesar dalam sejarah pelantikan pengurus PWNU karena dihadiri oleh sebanyak 3000 Nadliyin dari seluruh Sumbar.

Sekjen PBNU Drs. H. Syaifullah Yusuf yang Menteri Sosial RI ini dalam sambutannya setelah pelantikan mengatakan, Warga Nahdliyin di Sumbar semakin berkembang dengan gerakan dakwahnya dan terobosan-terobosan baru, malah pertama saya menyaksikan ada paduan suara dari muslimah NU membawakan lagu Indonesia Raya dan Mars NU, sungguh semangat dan mengasyikkan.

“Kita berharap dengan kepengurusan PWNU hari ini akan lebih dinamis lagi menjalankan roda organisasinya untuk kemaslahatan umat. Kita saksikan NU di Sumbar bersinergis dengan pemerintah daerah, Perguruan Tinggi dan badan usaha, dan lain-lain sehingga organisasi kita bergerak terus untuk membangun umat, peradaban di tengah keberagaman agama dan budaya di daerah ini”, tegas Mantan Wakil Gubernur Jatim ini.

Sementara itu, Ketua terpilih PWNU Sumbar Prof. H. Ganefri, Ph.D ketika memberikan sambutan setelah pelantikan mengatakan, saat saya dilantik menjadi Ketua PBNU Periode 2019-2025 di Kantor Gubernur Sumbar, waktu itu hanya dihadiri 200 Nahdliyin, hari ini alhamdulillah di momen yang sama hadir 3.000 orang.

“Sejalan kemajuan NU sejak dipimpin oleh KH. Yahya Cholil Staquf, NU Sumbar terus bergerak dengan berdirinya Universitas NU di Sumbar, penata dan pembentukan kepengurusan organisasi sampai ke nagari. Keberhasilan tim Poseni NU Sumbar tahun 2023 di Solo dengan prestasi membanggakan bagi Sumbar menduduki peringkat 4 Nasional. Alhamdulillah berkat dukungan PBNU dan warga Nahdliyin NU telah membumi di Sumbar,” tegas Rektor Berprestasi Nasional yang mendapat Peringkat satu dalam Academic Leader 2024 ini di akhir sambutannya.

Sementara Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dalam pelantikan ini berharap agar Pengurus NU bekerja sekuatnya-sekuatnya untuk bersama membangun kemakmuran dan kemaslahatan Indonesia. NU harus menjadi nasional, dengan semua kelompok masyarakat yang ada, tanpa membedakan untuk menjadi kekuatan menopang perjuangan bangsa.

“Saya berpesan pada pengurus PWNU Sumbar yang baru dilantik, Anda semua sudah dilantik dengan bai’at yang berat sekali untuk berjihad dengan NU, Anda semua sudah mendapat amanah dari Allah SWT, berjuang dengan ahlussunnah wal jamaah untuk mempersatukan semuanya, sehingga lahir peradaban, dengan semangat NU kita berjuang tanpa pamrih semua yang kita kerjakan tersambung dengan rantai barokah,” ujar KH. Yahya Cholil Staquf.

Panitia kegiatan di bawah Ketua Dr. Otong Rosadi, M.Hum dan Sekretaris Eri Gusnedi, S,Pdi, M.A. juga tampilkan perpaduan musik dan tarian lokal Minangkabau dengan musik islami, salawatan dan sebagainya sebagai wujud keberagaman Minangkabau.

(*/hms)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT