Mjnews.id – Di balik rimbunnya pepohonan hijau yang meneduhkan, mengalirlah harapan besar dari Embung Trimuliya di Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Oleh: Sutan Sari Alam
Embung Trimuliya, sebuah destinasi wisata alam terbaru yang pelan-pelan mulai bersolek, bersiap menyambut langkah wisatawan dan denyut ekonomi lokal yang menggeliat.
Embung Trimuliya bukan sekadar kolam penampung air. Ia kini menjelma menjadi pusat harapan dan semangat warga, tempat di mana nuansa alami yang asri berpadu dengan geliat pembangunan berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dilingkupi pepohonan hijau yang memanjakan mata, Embung Trimuliya menawarkan suasana relaksasi yang jarang ditemukan di tengah hiruk pikuk modernitas.

Tak heran jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menetapkan Nagari Panyubarangan sebagai desa wisata binaan, dengan mengusung moto optimistis “Desa Wisata, Sumber Kebangkitan Ekonomi Nasional.” Sebuah semangat yang tak hanya menjadi slogan, tetapi telah mulai diwujudkan oleh pemerintah nagari dan masyarakatnya.
“Kami sedang bersolek. Embung Trimuliya akan jadi daya tarik utama desa kami, dan kami yakin masyarakat akan datang lebih ramai, terutama saat hari libur,” ungkap Wali Nagari Panyubarangan, Bakri, kepada media Mjnews.id, Kamis 17 Juli 2025.
Bakri menjelaskan, potensi Embung Trimuliya bukan hanya keindahan alamnya, tetapi juga terbuka lebar untuk pengembangan wisata air. Ia berharap ada investor yang mau bekerja sama, terutama untuk melengkapi fasilitas seperti perahu bebek kayuh, sampan wisata, dan keramba apung.
Sebagai langkah awal, 10 ribu ekor bibit ikan nila telah dilepaskan ke dalam embung.
“Ini simbol awal dari mimpi kami. Nanti bisa berkembang menjadi budidaya ikan yang menopang ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Bakri, penuh harap.
Namun, untuk menyulap potensi ini menjadi magnet wisata yang sesungguhnya, dukungan infrastruktur dan permodalan menjadi kebutuhan mendesak. Embung Trimuliya memanggil para pemangku kepentingan baik dari pemerintah, swasta, maupun komunitas lokal untuk bersinergi membangun ikon wisata baru Dharmasraya.
Karena sesungguhnya, dari sebuah embung kecil yang teduh di Panyubarangan, bisa lahir sebuah kebangkitan besar bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat nagari.
Penulis, Wartawan Muda
(*)












