Mjnews.id – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Sumatera Barat (Sumbar). Peran strategis sektor ini kembali ditegaskan Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pluzi Academy Angkatan XIII di PLUT KUMKM Sumbar, Senin 10 November 2025.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sumbar menggambarkan UMKM sebagai “mesin kecil yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah”. Karena itu, Muhidi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor ini melalui dukungan anggaran serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Menurut Muhidi, percepatan pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan kerja pemerintah. Dunia usaha memegang peran vital dalam mendorong daya saing daerah.
“Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat perlu kolaborasi. Pemerintah dan pelaku usaha harus berjalan seirama agar ekonomi kita bergerak lebih cepat,” kata Muhidi.
Ia juga menekankan pentingnya pengusaha yang adaptif, kreatif, dan inovatif agar mampu bersaing di tengah perubahan teknologi dan informasi yang berlangsung cepat.
Dukungan Anggaran Bimtek bagi Pelaku UMKM
Tahun ini menjadi tahun pertama DPRD Sumbar mengalokasikan dukungan anggaran untuk program bimtek bagi pelaku usaha. Hingga kini, Bimtek Pluzi Academy telah memasuki angkatan ke-13 dan terus mendapat respons positif dari peserta.
Ketua DPRD Muhidi menjelaskan bahwa sektor industri menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Sumbar, sementara UMKM turut berperan sebagai penopang aktivitas produksi dan distribusi.
Dengan berlangsungnya Bimtek Angkatan XIII, Muhidi berharap pelaku UMKM semakin berkembang, memiliki pola pikir baru, serta mampu naik kelas.
“Kita ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi melonjak dengan kemampuan baru, motivasi baru, dan keberanian untuk berinovasi,” ujarnya.
Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat perekonomian daerah tumbuh 3,36 persen pada triwulan III tahun 2025.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, menyebut pertumbuhan ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun 2024, meski sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya.
Bimtek ini diharapkan menjadi salah satu dorongan nyata agar pelaku usaha Sumatera Barat semakin kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah.
(hpr)












