BeritaKepulauan Riau

Tugu Sirih Taman Gurindam 12 Tanjungpinang Diwarnai Pesta Dugem Anak Muda

366
×

Tugu Sirih Taman Gurindam 12 Tanjungpinang Diwarnai Pesta Dugem Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Internasional Kepri Art & Culture 2025 di Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
Internasional Kepri Art & Culture 2025. (f/ist)

Mjnews.id – Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang digemparkan dengan sejumlah kalangan anak muda dan remaja sedang dugem menikmati pesona malam Tugu Sirih Taman Gurindam 12 Tanjungpinang, Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 21.30 WIB.

Aksi Disko tak senonoh dan menjadi gunjingan netizen dan warga net tersebut heboh. Sejumlah video netizen viral di medsos dan WhatsApp group.

ADVERTISEMENT

Pesta disko yang dimainkan DJ Alfiandi di atas panggung menjadi ajang house musik di Taman Tugu Sirih Tanjungpinang.

Hujatan keras netizen/ warga net tak terhindarkan. Pasalnya mereka para muda-mudi seperti sedang kesetanan terlihat bebas menikmati alunan house musik layaknya sedang “dDugem” menikmati “Dunia Gemerlap” sebuah diskotik.

Kejadian ini menjadi duka mendalam di Bumi Segantang Lada, di saat bangsa Indonesia sedang berduka atas banjir dan longsor menimpa Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, di Ibu Kota Tanjungpinang muda-mudinya seperti tengah kesetanan tengah menikmati dugem di Tugu Sirih Taman Gurindam 12 Tanjungpinang.

Yanto (40) salah seorang warga heran dengan kejadian itu, masalahnya bangsa ini sedang berduka cita kejadian banjir dan longsor di Sumatera, ini mereka malah berloncat-loncatan berdugem ria dengan alunan house music yang dimainkan DJ Alfiandi di atas panggung di kawasan Tugu Sirih Taman Gurindam 12 Tanjungpinang.

“Kami sangat sayangkan, apalagi kegiatan itu diduga acara Festival Internasional Art 2025 yang diadakan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri,” katanya.

Senada dikatakan Tina (54), pengunjung yang ikut hadir di kawasan tersebut. Dia malu dan cukup sedih acara besar dan bagus menggunakan APBD Provinsi Kepri hancur dibuat acara House Music, muda-mudi seperti tengah menikmati dunia gemerlap “Dugem” di Tugu Sirih Taman Gurindam 12.

“Harusnya house musik gunjreng-gunjreng begitu tak usahlah dilakukan, apalagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumbar dan Sumut banyak meneteskan air mata, keluarga mereka hilang diterjang banjir longsor dan rumah mereka rata dengan musibah tersebut.

Tina melanjutkan, Gubernur Ansar Ahmad dan DPRD Kepri sebagai pengawas anggaran Rp 3,9 Triliun, kondisi efisiensi harus mengevaluasi lagi.

“Jangan mentang-mentang orang dalam, atau orang dekat gubernur seenaknya membuat acara house musik, hingga muda-mudi seperti itu menikmati pesona malam tari-tarian yang tak senonoh,” katanya.

Kepri Internasional Art & Culture 2025 di Tanjungpinang

Pemerintah Provinsi Kepri harusnya peka dengan kondisi Indonesia khususnya Sumatera yang sedang berduka karena banjir dan longsor, seharusnya kegiatan doa bersama di sela-sela acara dilakukan. Apalagi kegiatan megah dan mewah gawean Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Ini menjadi ajang hore…hore..,” ucapnya dengan kecewa kepada sejumlah awak media, Minggu (30/11/2025) malam.

Diketahui, kegiatan tersebut diduga perhelatan event Kepri Internasional Art & Culture 2025, gawean Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.

(*/isb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT