Mjnews.id – Sebentar lagi 1 Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi yang jatuh pada 19 Februari, sejumlah terminal type B Angkutan Kota Antar Provinsi-Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKAP dan AKDP) di bawah kewenangan Wilayah Provinsi Sumatera Barat mulai berbenah.
“Kita menata kebersihan lokasi, dan pelayanan, serta memperbaiki fasilitas pendukung,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Mulyadi, SH ketika dikonfirmasi pada Senin 26 Januari 2026.
Namun, sejak pasca bencana alam banjir dan tanah longsor di akhir November 2025, di Sumbar mengakibatkan jalan ambrol dan jembatan putus, aktivitas bus umum angkutan orang mengalami gangguan, rute semakin jauh yang disebabkan perjalanan yang ditempuh bukan lagi ruas jalan yang sesuai trayek.
“Sehingga banyak armada bus umum enggan masuk terminal Padang Panjang, Payakumbuh, dan terminal Batusangkar,” katanya.
“Tiga terminal ini, armada bus angkutan orang menggunakan sistim melansir penumpang dengan jarak terdekat tanpa masuk terminal akibat dampak bencana, beberapa jalan yang dilewati semakin jauh,” ujarnya.
Kendala yang dialami oleh armada bus angkutan orang, bukanlah rute atau jarak tempuh yang menjadi krusial, tetapi biaya operasional.
Akibatnya pun, penumpang menjadi berkurang untuk berpergian, sampai tujuan membutuhkan waktu lebih lama dari sebelumnya.
“Penumpang bus umum yang berpergian saat pasca bencana merupakan pengguna jasa bus umum yang berusaha seperti pedagang antar kota. Sedangkan penumpang non komersial cenderung menunda perjalanan,” jelasnya.
Perihal ini juga mengakibatkan bus umum enggan masuk terminal, selain itu juga telah dilansir oleh angkutan orang pada rute terdekat setelah tiba di kota bersangkutan.
Selain itu pula, menurut Mulyadi bahwa penumpang bus umum, sekarang tak mau lagi turun-naik bus di terminal, tapi sukanya menunggu di pinggir jalan rute yang dilewati oleh bus. Sehingga terminal kurang dipungsikan oleh masyarakat penumpang bus umum.
“Begitu juga saat penumpang kembali dari berpergian tak lagi sampai turun di terminal, melainkan penumpang turun di jalan yang berdekatan dengan lokasi tempat tinggal penumpang,” ungkap Mulyadi.
Selain itu, kata Mulyadi, yang masuk ke terminal type A adalah bus umum AKAP, karena pelayanannya di terminal.









