BeritaKota Payakumbuh

Subuh Berjamaah Jadi Wadah Serap Aspirasi dan Eksekusi Keluhan Warga Payakumbuh

23
×

Subuh Berjamaah Jadi Wadah Serap Aspirasi dan Eksekusi Keluhan Warga Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman bersama jamaah Masjid Al Ihsan, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman bersama jamaah Masjid Al Ihsan, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Payakumbuh menjadikan program Subuh Berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah spiritual, melainkan instrumen strategis untuk memutus jarak birokrasi dan menjemput langsung keluhan warga.

Langkah proaktif ini kembali dibuktikan oleh Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat berdialog dengan jamaah Masjid Al Ihsan, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT

Agenda turun gelanggang yang digagas oleh kedua pucuk pimpinan daerah ini telah bergulir rutin pada Selasa, Rabu, dan Kamis setiap pekannya sejak 6 Oktober 2026 di sejumlah masjid di Kota Payakumbuh.

Kehadiran di Masjid Al Ihsan kali ini menandai edisi ke-10 dari lawatan jajaran Pemko Payakumbuh dalam menyerap denyut nadi persoalan masyarakat langsung dari akar rumput.

Dalam dialog usai ibadah tersebut, jamaah Masjid Al Ihsan, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan menyuarakan tiga persoalan utama yang membutuhkan intervensi pemerintah: kerusakan infrastruktur jalan, minimnya regenerasi imam dan khatib masjid, serta kejelasan insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Merespons aduan tersebut, Zulmaeta menegaskan bahwa kehadiran jajarannya ke tengah masyarakat adalah untuk mengeksekusi langsung keluhan sesuai kewenangan yang ada.

“Kalau persoalannya bisa diselesaikan hari ini, kita langsung tindak lanjuti. Namun, jika membutuhkan kajian lebih lanjut, kita bawa ke tingkat kota untuk mencari solusi terbaik,” kata Zulmaeta di hadapan para jamaah.

Terkait infrastruktur, warga menyoroti kondisi jalan lingkungan yang mulai retak meski usulannya telah masuk dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Merespons hal itu, Zulmaeta langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meninjau lokasi hari itu juga guna mencegah kerusakan yang meluas.

Di sektor sosial keagamaan, krisis regenerasi imam dan khatib menjadi sorotan seiring menuanya para pengurus masjid. Warga meminta pemerintah memfasilitasi pelatihan khusus bagi generasi muda. Di samping itu, warga juga mendesak penganggaran kembali insentif guru TPA agar semangat para pengajar dalam membina generasi Qur’ani tidak surut.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT