BeritaHukumKabupaten DharmasrayaKriminalitas

Asap di Halaman Kejari Dharmasraya: Di Balik Api Pemusnahan Barang Bukti, Ada Cerita Gelap yang Belum Usai

277
×

Asap di Halaman Kejari Dharmasraya: Di Balik Api Pemusnahan Barang Bukti, Ada Cerita Gelap yang Belum Usai

Sebarkan artikel ini
Kejari Dharmasraya musnahkan barang bukti hasil tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap
Kejari Dharmasraya musnahkan barang bukti hasil tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap. (f/sutan sari alam)

Mjnews.id – Asap putih itu menjulang pelan di halaman Kejaksaan Negeri/Kejari Dharmasraya, Selasa (25/11/2025). Sekilas tampak seperti ritual rutin institusi penegak hukum, namun siapa pun yang memperhatikan lebih dekat akan sadar asap itu membawa pesan lain, pesan tentang betapa kelamnya lalu lintas narkoba dan kejahatan yang selama ini beredar senyap di Dharmasraya.

Di bawah terik matahari yang mulai meredup, tumpukan barang bukti diletakkan satu per satu, dari paket sabu-sabu, hingga empat pucuk senjata api laras panjang. Benda-benda yang selama ini jadi bukti betapa terorganisirnya jaringan kejahatan di daerah yang sering dianggap aman-aman saja.

ADVERTISEMENT

Kepala Kejari Dharmasraya, Sumanggar Siagian, SH., MH., tidak sekadar memberikan keterangan formal. Dengan suara yang tegas, ia menyebutkan bahwa pemusnahan hari itu adalah hasil dari 36 perkara tindak pidana umum, di mana 23 di antaranya adalah kasus narkoba. Angka itu bukan kecil. Angka itu adalah alarm.

“Untuk narkotika ada sebanyak 93,17 gram, dari total 36 perkara, 23 di antaranya narkotika,” katanya.

Kejari Dharmasraya musnahkan barang bukti hasil tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap
Kejari Dharmasraya musnahkan barang bukti hasil tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap. (f/sutan sari alam)

Yang tidak ia ucapkan, tetapi terasa jelas dari atmosfer siang itu, adalah kalimat lain perang ini belum selesai, bahkan mungkin baru dimulai.

Barang bukti itu dimusnahkan dengan cara yang tidak menyisakan kompromi, dibakar, diblender, dipotong dengan mesin khusus. Seolah ingin memastikan bahwa tidak ada satu gram pun yang lolos dari pemusnahan, tidak ada satu peluru pun yang bisa kembali mengancam.

Namun, justru di sanalah pertanyaannya muncul. Jika yang dimusnahkan hari ini sebanyak ini, berapa banyak yang belum tertangkap? Berapa yang masih tersebar di pasar gelap? Dan siapa yang bermain di balik layar hingga barang-barang ini bisa begitu mudah masuk ke Dharmasraya?

Akankah Kejari Dharmasraya Tuntaskan Akar Masalah?

Para pejabat daerah hadir menyaksikan Wakil Bupati Leli Arni, Ketua DPRD Jemi Hendra, Kepala Lapas Ferdika, Wakapolres Muhammad Rizki Cholid, serta perwakilan Kodim Joko Sumarno. Kehadiran mereka seperti ingin mengatakan bahwa pemerintah daerah kompak dalam isu ini.

Tapi masyarakat tahu pemusnahan barang bukti sering kali hanya menyelesaikan ujung persoalan, bukan akar masalahnya.

Karena akar persoalan itu mungkin saja berada jauh di luar sana di sindikat yang tak pernah tidur, di jaringan distribusi yang memanfaatkan setiap celah hukum, atau bahkan di titik-titik gelap birokrasi yang tidak selalu berani disebutkan.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT