Asap yang mengepul sore itu bukan sekadar asap pemusnahan. Ia adalah simbol bahwa Dharmasraya sedang dan masih menjadi medan pertempuran.
Bahwa sabu-sabu, pil terlarang, dan senjata api bukan sesuatu yang asing lagi bagi aparat hukum setempat. bahwa masyarakat berhak bertanya sejauh apa kita benar-benar aman?
Di balik api yang membakar barang bukti itu, ada realitas yang tak ikut terbakar, bahwa peredaran narkoba tidak berhenti di ruang sidang, tidak berhenti di meja penyidik, dan tidak berhenti di tungku pembakaran hari ini. Ia bergerak, beradaptasi, dan terus mencari celah.
Dan selama api seperti hari ini masih harus dinyalakan, selama blender dan mesin pemotong Kejari Dharmasraya masih bekerja menghancurkan barang bukti, maka Dharmasraya sadar perang melawan kejahatan ini belum akan padam.
(sutan)












