pemkab muba
Kota PayakumbuhSumatera Barat

17 Perguruan Silek Akan Tampil dalam Kegiatan Silek Tradisi di Payakumbuh

339
×

17 Perguruan Silek Akan Tampil dalam Kegiatan Silek Tradisi di Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
Supardi di Payakumbuh
Ketua DPRD Sumbar, Supardi di Payakumbuh, Jumat (10/6/2022) malam. (f/yusra akbar)

Payakumbuh, Mjnews.id – Sebanyak 17 sasaran atau perguruan silek (silat) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan ambil bagian dalam kegiatan Galanggang Silek Tradisi yang akan dilaksanakan di Agam Jua Art and Culture Caffe 11 Juni sampai 13 Juni 2022.
Ketua DPRD Sumbar, Supardi di Payakumbuh, Jumat (10/6/2022) malam mengatakan, 17 sasaran yang akan tampil pada kegiatan yang dimulai pada Sabtu (11/6/2022) pukul 20.00 WIB itu berasal dari berbagai daerah di Sumbar.
“Dari 17 sasaran yang akan tampil tersebut, masing-masing sasaran nantinya akan melihatkan identitasnya,” ujar Supardi.
Sehingga, sambung dia, masyarakat yang menonton dapat mengetahui atau menyimpulkan bahwa setiap sasaran yang ada di Sumbar memiliki ciri khas atau alirannya sendiri.
“Aliran kita kaya karena setiap sasaran mempunyai identitas yang tidak hanya berupa nama tapi surau tempat berlatih atau berkembang sasaran tersebut,” katanya.
Ia mengatakan bahwa saat ini sangat penting adanya penguatan nilai-nilai positif yang terkandung dalam kearifan lokal yang salah satunya ada silek tradisi. Hal ini dinilai bisa menjadi bekal untuk menghadapi ragam tantangan zaman saat ini.
“Silek bukan sebatas gerak fisik semata, namun juga bisa jadi kunci memasuki pengetahuan yang lebih luas,” kata Supardi yang juga merupakan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat Hendri Fauzan mengatakan Galanggang Silek Tradisi merupakan rangkaian kegiatan yang digelar oleh UPTD yang dipimpinnya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua DRPD Sumbar Supardi dalam rangka mengangkat kembali silek tradisi Minangkabau.
“Minggu sebelumnya kita juga sudah melangsungkan Musyawarah Tuo Silek selama tiga hari di Balai Kaliki, Payakumbuh. Pada kesempatan itu juga telah lahir berbagai rekomendasi dari para tuo silek yang ikut,” sebutnya.
Sementara itu Kurator Galanggang Silek Tradisi, Zuari Abdullah mengatakan silek yang akan ditampilkan tidak hanya seremoni karena kegiatan ini bakal menghadirkan silek tradisi secara lebih utuh.
“Jika festival-festival silek umumnya hanya menampilkan silek sebagai seni beladiri, dalam Galanggang Silek Tradisi kita mencoba menyuguhkan silek tradisi lebih menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Galanggang Silek Tradisi dibuat untuk menyebarkan pengetahuan mengenai silek tradisi pada khalayak luas.
Ia mengatakan bahwa sasaran yang akan tampil berasal dari berbagai daerah seperti sasaran Karang Indah dari Padang Pariaman, Harimau Sakato dari Aie Dingin, Sinar Tampalo dari Sijunjung, dan lainnya.
“Selain peragaan silek tradisi, dalam Galanggang Silek Tradisi ini penonton juga bisa menyaksikan beragam permainan serta tarian yang dikembangkan dari gerakan silek,” tutup dia.
(Yud)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *