Purworejo, MJNews.id – Ketegangan antara aparat Kepolisian dengan masyarakat Desa Wadas terkait rencana penambangan batuan andesit (Quary) terus mendapat tanggapan dari beberapa tokoh di Purworejo.
Pada Minggu 13 Februari 2022, Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (POLOSORO) Kabupaten Purworejo menggelar rapat bersama guna menentukan sikap terkait masalah yang terjadi di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo di Rumah makan Satu satu Berjan.
Ketua Umum Polosoro Kabupaten Purworejo, Suwarto bersama jajaran pengurus serta anggota duduk bersama, guna membahas penentuan sikap dan langkah langkah dan strategi yang harus di ambil Pengurus Polosoro Purworejo.
Menurutnya, pembangunan waduk atau bendungan Bener yang merupakan salah satu Proyek Stategis Negara (PSN) nantinya akan memberikan manfaat yang sangat luar biasa bagi kemajuan serta kemakmuran Masyarakat Purworejo bahkan sampai Kulonprogo dan Wonosobo.
Waduk Bener yang akan dibangun dan sudah direncanakan sejak tahun 2013 nantinya akan mampu menyuplai Kebutuhan air bagi petani dan direncanakan mampu mengairi sawah seluas 150.069 hektare, belum juga kebutuhan air baku bagi masyarakat Purworejo sampai Kulon Progo dengan kapasitasnya debit airnya mencapai 1.500 m3 per detik.
Di waduk Bener juga akan di bangun Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang bisa menyuplai pasokan listrik sampai 6 Mega watt (MW).
Denga begitu besarnya manfaat yang akan di dapat, maka Polosoro Kabupaten Purworejo menentukan sikap:
1. Mendukung dan akan terus
mendorong Pembangunan
Waduk Bener.
2. Menolak segala bentuk Pro
vokasi dan menyerukan un
tuk berhenti memprovoka
si Warga Desa Wadas.
3. Mendukung langkah langkah
penanganan konflik di Desa
Wadas dengan cara pende
katan dan dialog dengan
warga Desa Wadas.
4. Meminta Aparat Kepolisian
dalam menangani kasus
Desa Wadas dengan cara
cara yang humanis serta
mengedepankan rasa ke
adilan bagi Warga Wadas.
Semua masyarakat Purworejo diharapkan bisa berfikir jernih serta obyektif dengan bersikap tenang, tidak mudah termakan isu isu yang sengaja dihembuskan guna memecah belah dan mengadu domba sesama warga yang berujung pada perselisihan yang berakibat pada ketidak nyamanan masyarakat wadas dan sekitarnya dalam kehidupanya.
“Mari kita dorong dan kita dukung pembangunan waduk Bener agar bisa segera selesai dengan aman dan damai sehingga kemajuan pembangunan Purworejo yang lebih maju bisa segera terwujud,” ajaknya.
(fix)






