“Peran historis Kota Bukittinggi yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada masa perjuangan dan mempertahankan Kota Bukittinggi. Sebagai tokoh masyarakat Nagari Kurai Limo Jorong patut berbangga dengan realitas sejarah Kota Bukittingi, yang sudah pasti tidak dapat dipisahkan dengan sejarah masyarakat kurai itu sendiri. Kita adalah bagian yang integral dari sejarah tersebut. dalam konteks inilah, upaya pemerintah kota bukittinggi untuk dapat menetapkan Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan adalah sesuatu yang patut kita dorong dan dukung bersama secara konsisten dan berkelanjutan,” jelas Dt Rajo Endah.
Peran Kota Bukittinggi dalam Sejarah Republik Indonesia
Selanjutnya Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia. bung karno, presiden pertama kita pernah berkata, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”.

Oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya jika Bukittinggi layak disebut sebagai kota perjuangan, karena kota kecil ini menjadi tempat lahirnya banyak tokoh bangsa dan pahlawan nasional, serta menjadi bagian dari banyak peristiwa penting bersejarah negara republik indonesia.
Penyebutan Bukittinggi “kota perjuangan” bukan sekadar untuk meromantisasi sejarah yang dimiliki kota ini, namun merupakan harapan serta bagian dari ikhtiar kami agar peristiwa sejarah, buah pikir dan karya para tokoh atau pahlawan bangsa tetap hidup dalam memori kolektif serta menginsiprasi generasi penerus setelahnya.
“Beranjak dari pemikiran dan harapan tersebut, pemerintah kota Bukittinggi dengan dukungan segenap unsur masyarakat pada 29 april 2025 lalu meresmikan penamaan jalan usmar ismail sebagai bentuk penghormatan kepada putra bangsa dan pahlawan nasional kelahiran bukittinggi yang dikenal kiprah serta pengabdiannya dalam perfilman nasional,” jelas Wako.
Selanjutnya, pada tahun 2026 juga akan memperingati 1 abad (100 tahun) berdirinya jam gadang yang merupakan ikon atau landmark utama kota bukittinggi. jam gadang dibangun pada masa Hindia Belanda tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina, oleh arsitek lokal yazid sutan maruhun dan rasid sutan gigi ameh. dibangun dengan konstruksi tanpa paku, mesin jam buatan jerman yang langka (di dunia hanya ada 2 dan satu lagi Big Ben di Inggris).
Menara ini terkenal dengan arsitektur uniknya, termasuk atap gonjong khas minangkabau (yang telah mengalami tiga kali perubahan sejak pemerintahan jaman belanda, jaman penjajahan Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia) dan menjadi saksi bisu sejarah penting Indonesia, termasuk proklamasi kemerdekaan.
Ramlan Nurmatias juga menjelaskan, saat ini Bukittinggi berada pada periode rencana pembangunan jangka panjang berikutnya, yaitu periode tahun 2025 -2045. rencana pembangunan jangka panjang daerah (provinsi, kabupaten/ kota) untuk 20 tahun ke depan diarahkan untuk mencapai visi kita selaku berbangsa dan bernegara, yakni mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti, atau bertepatan dengan momen 1 abad kemerdekaan indonesia.
Sebagai periode pertama pelaksanaan rencana pembangunan jangka panjang dimaksud, rencana pembangunan Kota Bukittinggi untuk 5 tahun ke depan diibaratkan layaknya membangun pondasi untuk mencapai visi pembangunan kota maupun nasional pada tahun 2045 nanti.
“Rencana pembangunan jangka menengah Kota Bukittinggi tahun 2025 -2029 mengusung visi “Bukittinggi gemilang, berkeadilan dan berbudaya”, yakni perwujudan tatanan kehidupan warga kota yang maju, modern, inklusif, dan berkelanjutan, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur warisan budaya, melalui pembangunan yang dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat melalui pengembangan ekonomi inklusif, pemberdayaan, serta penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan memenuhi prinsip-pinsip keadilan. visi Bukittinggi gemilang, berkeadilan dan berbudaya diuraikan lebih lanjut kedalam visi misi daerah,” jelas Wako.
Semua kesuksesan yang diraih tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak mulai dari internal pemerintah daerah antar SKPD, keharmonisan kemitraan dengan DPRD sebagai unsur pemerintahan dan komunikasi yang baik dengan unsur forkopimda terlebih lagi restu dan dukungan dari para tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan generasi muda Kota Bukittinggi, baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan yang selalu memberikan saran, pendapat serta kritikan-kritikan yang membangun terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan di Kota Bukittinggi yang kita cintai ini.












