Di lain sisi, dirinya membeberkan sejumlah tantangan bagi pemimpin di Provinsi Sumut di masa mendatang. Hal itu seperti menjaga pertumbuhan ekonomi agar terus meningkat.
Meski inflasi terkendali, fluktuasi harga yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat tetap harus diwaspadai.
Kemudian, langkah penanganan kemiskinan hingga ke akar-akarnya supaya kemiskinan ekstrem dapat diturunkan harus terus diupayakan.
“Untuk itu, diperlukan seorang pemimpin yang mampu berpikir jauh ke depan, menghadapi dinamika perubahan yang semakin cepat, dan tetap menjaga keberpihakan kepada rakyat, menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang harus dijunjung tinggi dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dukungan dari berbagai pihak mengalir kepada Hasibuan agar maju menjadi pemimpin di tanah kelahirannya.
Dukungan ini seperti yang disampaikan Kepala Staf Ahli KSAD Mayjen TNI Felix Hutabarat. Dia mendukung Hoiruddin Hasibuan menjadi pemimpin di Kota Medan.
“Dan yakin dengan pengalamannya di jajaran kepolisian dan terakhir jadi guru besar akan mampu mewujudkan Kota Medan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kamal B Siregar selaku tokoh masyarakat Tabagsel sekaligus ahli bedah juga menyampaikan dukungannya kepada Hasibuan.
“Saya tahu persis kinerja Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan. Beliau pernah tugas di Papua, Maluku, hingga di Sumut. Saya sendiri 34 tahun di Bali, dan merasa tak bisa jauh dari kampung halaman saya di Tabagsel,” katanya.
(*/eki)






