Mjnews.id – Diperkirakan sebanyak 3 unit rumah dinas guru di Kelurahan Padang Tanah Mati dan 12 unit di Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Payakumbuh, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan sudah ada yang berpindah tangan, diduga kuat dikontrakkan kepada masyarakat sipil.
Rumah dinas guru yang semestinya ditempati oleh pahlawan tanpa jasa, namun yang terjadi di Payakumbuh, malah dipakai oleh masyarakat dan kuat dugaan dikontrakkan.
Salah seorang masyarakat Padang Data Tanah Mati, Medi, kepada wartawan menyebutkan bahwa rumah dinas guru SD Inpres Tanah Mati saat ini dipakai oleh masyarakat.
“SD Inpres ini sekarang tak berfungsi lagi. Saya berharap agar Pemko Payakumbuh merealisasikan adanya SD Inpres di Kelurahan Tanah Mati lagi,” kata Medi.
Medi sangat berharap agar Pemerintah Kota Payakumbuh dan DPRD mendengarkan aspirasi masyarakat Padang Data Tanah Mati ini.
“Jika sekolah dasar ini diaktifkan kembali, tentu anak-anak wilayah Tanah Mati khususnya, tak jauh lagi dalam menimba ilmu dalam mengejar masa depan yang mereka inginkan,” ucap Medi.
Sementara itu, Dinas Pendidikan melalui Bendahara Penerima Bidang Aset Dinas Pendidikan, Megawati, saat ditanya wartawan menyebutkan kalau rumah dinas di Kelurahan Tanah Mati tersebut hanya dua unit ditempati oleh masyarakat sipil, hasil penghasilan sewa uang tersebut masuk ke PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Payakumbuh, satunya dipakai oleh guru.
“Di Kelurahan Tanjung Pauh hanya 3 unit rumah dinas guru yang dipakai oleh masyarakat, dan 12 unit dipakai oleh guru dan ASN yang bertugas di Kota Payakumbuh,” sebut Megawati didampingi Sekretariat Bidang Aset Dinas Pendidikan, Kamis 30 Januari 2025.
Di sisi lain, menanggapi temuan rumah dinas guru di Kota Payakumbuh yang dikontrakkan atau disewakan kepada masyarakat, Ketua Umum LSM Lembaga Kontrol Advokasi Elang Indonesia (LKAEI), Wisran merasa geram.
“Sangat aneh rasanya, masak iya rumah dinas guru dikontrakkan kepada masyarakat. Semestinya rumah dinas tersebut milik guru,” sebut aktivis yang getol menyuarakan kepentingan masyarakat banyak itu.









