Mjnews.id – KPU Solok Selatan adakan media gathering membahas informasi digital pada tahapan Pilkada Serentak 2024, di Hotel Pesona Alam Sangir, 21 – 22 Februari 2025. Dalam acara ini, KPU solok Selatan mengundang beberapa Narasumber.
Sukri Umar, pengurus PWI Sumbar sebagai narasumber memaparkan, yang namanya media gathering adalah diskusi buka-bukaan, perdebatan yang positif antara komisioner KPU dan jajaran dengan wartawan. Kalau ada perdebatan, kita diskusikan. Buka saja, itu yang namanya media gathering. Kalau kita sembunyikan, yang baik-baik saja disampaikan, nanti tidak ada perbaikan ke depannya.
Tema kita di sini, kata Sukri Umar, yaitu Media Kekinian. Kalau ada media yang tidak bisa beradaptasi kita tertinggal. Apa adaptasinya? Teknologi digital. Cara kita bekerja tidak akan sama dengan orang yang menggerakkan Sosmed. Wartawan harus bekerja, karena banyaknya opini yang ada makanya wartawan harus bekerja dengan Kaidah.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, media itu tidak hanya sekedar memberitakan. Media tidak hanya sebagai kontrol sosial, tapi media itu juga lembaga bisnis. Media harus cepat beradaptasi dan menjaga kearifan lokal, dan kita harus kompak. Dengan perubahan teknologi itu, dengan kondisi pers yang ada pada hari ini, maka selain menjaga hubungan kemitraan kita harus menjaga kapasitas diri kita sebagai seorang jurnalis.
Kalau media gathering itu satu tekad, kalau tidak sama tekad kita, percuma kita melakukan media gathering. Samakan tekad kita, samakan visi kita, sama-sama kita cari jalan keluar seperti apa.
Memang yang terjadi, jika terjadi efisiensi di APBN yang paling mudah dipangkas itu adalah anggaran media, kita sebenarnya korban. Turun anggaran di APBD provinsi dan APBD kabupaten kota, yang ditanya pimpinan itu adalah anggaran media berapa? Jawaban bawahan sekian, ya sudah itu aja kurangi. Kalo memang jurnalis itu tidak dibutuhkan lagi, bereskan saja kritikannya, kita harus keluar dari cangkang kita.
Sampai saat ini, media-media yang ada di Indonesia secara umum itu masih ditopang dengan anggaran pemerintah, jangan dianggap insan pers atau media-media itu menyusu ke anggaran pemerintah. Justru kewajiban pemerintah dengan komponen terkait untuk membinanya, tanpa pers Demokrasi entah seperti apa jadinya.
“Dalam acara media gathering ini, saya tidak akan membahas secara teknis. Kita sebagai wartawan adalah pilar keempat demokrasi sampai kapan pun,” tutur Sukri Umar.
Sementara Ketua KPU Solok Selatan, Ade Kurnia Zeli mengucapkan terimakasih kepada seluruh wartawan Solok Selatan selama Pilkada sampai pelantikan bupati. Begitu juga kerja sama dan bantuan dari teman-teman media.
“Terima kasih teman-teman media, mudah-mudahan kerjasama kita ini tetap berlanjut,” ujar Ade pada penutupan media gathering.
(sus)











