BeritaSolok Selatan

Pemkab Solok Selatan Komit Tuntaskan Akses Sanitasi Hingga 2029

445
×

Pemkab Solok Selatan Komit Tuntaskan Akses Sanitasi Hingga 2029

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Open Defecation Free (ODF) alias Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABs) di Kabupaten Solok Selatan
Deklarasi Open Defecation Free (ODF) alias Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABs) di Kabupaten Solok Selatan. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah berkomitmen untuk memastikan akses sanitasi bisa tersedia untuk seluruh masyarakat pada 2029 nanti.

Pernyataan ini juga dilaksanakan bersamaan dengan deklarasi Open Defecation Free (ODF) alias Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABs) di Kabupaten Solok Selatan.

ADVERTISEMENT

Pernyataan komitmen dan deklarasi ini dilakukan oleh Bupati dan jajarannya untuk memberikan akses sanitasi hingga ke tahap aman untuk seluruh masyarakat.

Bupati Solok Selatan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. H. Novirman mengatakan menyediakan sanitasi yang baik ini juga merupakan bagian dari menjaga kesehatan dan masa depan masyarakat.

“Kebiasaan buang air besar sembarangan menyumbang pada penyebaran penyakit, pencemaran air, dan merusak lingkungan. Untuk itu, kita perlu mengambil langkah bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih,” kata Novirman sebelum menandatangani komitmen tersebut di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Jumat (25/4/2025).

Menurutnya, sudah seyogyanya tugas pemerintah untuk menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat melalui penyelenggaraan kesehatan lingkungan. Bahkan hal ini sudah termaktub dalam Pasal 105 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Ini merupakan penegasan bahwa lingkungan yang sehat bukan hanya tanggung jawab individu, tapi tanggung jawab kita bersama, pemerintah pusat, daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Belum lagi, untuk menjamin masyarakat yang sehat, kebersihan lingkungan dan perilaku adalah hal pertama yang harus dibenahi. Mulai dari sanitasi, ketersediaan air bersih, Stop BABs, dan lain sebagainya.’

Diakuinya bahwa dalam upaya untuk mewujudkan lingkungan yang sehat adalah bagaimana menciptakan pola pikir bahwa BABs bukanlah hal yang baik. Padahal praktik ini menjadi sumber penularan penyakit, seperti diare, kolera dan infeksi saluran cerna lainnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT