Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Sijunjung menggelar upacara bendera memperingati dua momentum penting dalam sejarah bangsa yakni Hari Lahir Pancasila dan Hari Kebangkitan Nasional ke-117.
Suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan itu diadakan di Lapangan M Yamin Muaro, Senin 2 Juni 2025.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Dandim 0310/SS, Letkol Inf Reno Handoko, S.E, sedangkan Komandan Upacara Letda Inf Aspil dan Perwira Upacara Kapten Inf Mondrayadi.
Petugas pengibar bendera merah putih yakni Muhatarrom Naufal SY, S.Tr.IP, Okta Sari Heppy Putri, S.Tr.IP dan Muhammad Fernanda, S.STP. Kemudian, Pembaca UUD 1945, Alkahfi Ersanda, S.Tr.IP dan pembaca doa dari Kemenag.
Amanat menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid yang dibaca Dandim 0310/SS, Letkol Inf Reno Handoko, S.E mengatakan di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan.
Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri. Namun, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa.
Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita.
Seluruh upaya ini berpulang pada satu tujuan besar: membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju, tetapi benar-benar berpihak pada rakyat.
Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa. Dan dalam semangat itu, pemerintah telah menetapkan Asta Citasebagai kompas utama Kebangkitan Nasional. Delapan misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat.
Kemudian, dalam peringatan hari Lahir Pancasila diharapkan menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekedar dokumen historis yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan adalah jiwa, pendoman hidup serta penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
“Dengan semangat memperkokoh ideologi Pancasila, mari kita renungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu”, jelas Letkol Inf Reno Handoko saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.












