BeritaSolok Selatan

Pembagian Daging Kurban di Kantor Bupati Solok Selatan Berakhir Ricuh

351
×

Pembagian Daging Kurban di Kantor Bupati Solok Selatan Berakhir Ricuh

Sebarkan artikel ini
Pembagian Daging Kurban di Kantor Bupati Solok Selatan
Pembagian Daging Kurban di Kantor Bupati Solok Selatan. (f/susriati)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui kegiatan penyembelihan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Namun, momen yang seharusnya menjadi bentuk kepedulian sosial ini justru berujung ricuh.

Kegiatan pembagian daging kurban yang berlangsung di lingkungan Kantor Bupati Solok Selatan dilaporkan berlangsung tidak tertib. Berdasarkan pantauan warga yang hadir, kericuhan dipicu oleh ketidaksiapan panitia dalam proses distribusi, pada Sabtu (7/6/2025).

ADVERTISEMENT

“Sementara tenda-tenda telah disediakan sebelumnya untuk pembagian daging kurban tersebut. Pelaksanaan kurban tahun ini mencakup penyembelihan sebanyak 38 ekor sapi, namun hanya dikerjakan oleh sekitar 20 orang. Hal ini mengakibatkan keterlambatan distribusi,” ujar salah seorang pekerja kurban kepada awak media.

Sementara masyarakat pemegang kupon sudah hadir sejak pagi hari, bahkan sejak proses penyembelihan berlangsung.

Hal yang disayangkan, daging kurban dimasukkan ke dalam mobil untuk dibagikan, bukan dibagikan di area tenda yang lebih terorganisir. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat berkerumun tanpa pengaturan yang jelas. Pihak panitia pun tampak tidak terlihat mengambil peran dalam menenangkan situasi.

Lebih memprihatinkan lagi, anggota Satpol PP yang berada di lokasi bukannya mengamankan kerumunan, justru terlihat ikut naik ke atas mobil dan turut membagikan daging secara langsung. Dalam proses tersebut warga mengeluhkan bahwa penukaran kupon tidak sesuai dengan jumlah yang dijanjikan.

“Diberikan Lima kupon, hanya dikasih empat kantong daging. Ada yang empat kupon, malah cuma diganti tiga kantong. Susah kalau ada titipan kupon dari tetangga,” keluh warga yang telah menukarkan kuponnya.

Situasi semakin jadi memanas salah seorang panitia sempat menyampaikan bahwa daging kurban telah habis, padahal ratusan warga masih memegang kupon yang belum ditukar.

Pernyataan tersebut menyulut emosi warga. Mobil pengangkut daging kurban pun akhirnya bergegas meninggalkan lokasi di tengah kerumunan, memicu aksi kejar-kejaran oleh masyarakat menggunakan sepeda motor.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT