BeritaKabupaten Pasaman

Survei Geothermal Bonjol, Bupati Pasaman: Perusahaan Beroperasi, Masyarakat Jangan Dirugikan tapi Sesuai Kaidah Hukum

341
×

Survei Geothermal Bonjol, Bupati Pasaman: Perusahaan Beroperasi, Masyarakat Jangan Dirugikan tapi Sesuai Kaidah Hukum

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman, Welly Suhery saat saat sosialisasi jelang persiapan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pengeboran Geothermal Bonjol
Bupati Pasaman, Welly Suhery saat saat sosialisasi jelang persiapan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pengeboran Geothermal Bonjol. (f/ist)

Mjnews.id – Bupati Pasaman, Welly Suhery minta seluruh permasalahan yang masih mencuat dalam progres pembangunan pembangkit listrik energi panas bumi Bonjol, segera dievaluasi kembali.

“Coba dirubah pola penanganannya, diklasifikasikan bagaimana seharusnya dan diselesaikan kasus per kasus. Jangan generalkan masalahnya. Prinsipnya, perusahaan tetap beroperasi, masyarakat jangan ada yang dirugikan, namun tetap mengikuti kaidah hukum yang berlaku,” tegas Bupati saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi jelang persiapan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pengeboran Geothermal Bonjol oleh PT Medco Geothermal Sumatera (MGSu), Rabu (11/6/2025) di Aula Kantor Camat Bonjol Bonjol.

ADVERTISEMENT

Dikatakan, pemerintah daerah saat ini sedang berupaya menarik investasi masuk ke daerahnya, mengingat dana transferan pemerintah pusat ke daerah, berupa Dana Alokasi Umum maupun Khusus, cenderung berkurang, karena adanya efisiensi dalam porsi APBN.

“Kita butuh investasi masuk ke Pasaman untuk mendukung keberlanjutan pembangunan, namun stabilitas daerah tetap harus kondusif. Untuk itu mohon pengertian dan dukungan semua pihak, jika ada masalah mari kita carikan solusinya bersama. Investor untung, masyarakat juga untung,” harap bupati.

Atas nama pemerintah daerah, Bupati Welly Suhery menyampaikan terimakasih pada PT Medco Geothermal Sumatera, yang sudah berinvestasi di Pasaman.

“Saya sudah bicara dengan Direktur PT Medco dan minta pada saat pelaksanaan proyek nanti, perusahaan harus memprioritaskan tenaga kerja lokal Pasaman, terutama Bonjol,” ujar bupati.

Site Manajer PT Medco Geothermal Sumatera (MGSu) Sigit Widiatmoko, dalam paparan perdananya kehadapan Bupati Welly Suhery, mengungkap bahwa PT MGSu rencananya mulai beroperasi di Bonjol pada tahun 2019 lalu. Namun karena kasus Covid-19, aktivitas baru dapat dimulai November 2023.

“Di tahun 2023 itu diawali dengan pengambilan data lapangan, kemudian Maret 2024 lanjut ke tahap sosialisasi pembebasan lahan. Dan di Desember 2024 mulai dilaksanakan konstruksi pembangunan jalan ke lokasi pengeboran,” papar Mas Sigit, sapaan popular Site Manager PT MGSu.

Lanjut dikatakan, pada bulan Juni ini, progres masuk ke tahap ‘Parklane’ atau titik awal dilakukannya pengeboran pertama. Pada tahap ini akan diperoleh hasil seberapa besar tekanan uap dan potensi suhu panas bumi yang dihasilkan geothermal Bonjol.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT