Selain itu, Pemkab Muba juga meluncurkan Program BASANAK (Bantuan Sayang Anak), sebagai langkah konkret dalam penanganan masalah stunting yang masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah termasuk Musi Banyuasin. Tidak hanya fokus pada program jangka pendek, Bupati Muba juga telah menyepakati sejumlah target indikator makro pembangunan untuk jangka menengah dan panjang.
Pada tahun 2029, angka kemiskinan ditargetkan turun hingga ke satu digit menjadi 9,98-10,75 pada tahun 2029, sementara laju pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5,10 hingga 5,50 persen. Di saat yang sama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai angka 73,5. Komitmen ini mencerminkan tekad Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada akhir sambutannya, Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha mengharapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJMD, yang menjadi bagian dari tahapan Penyusunan Dokumen Perencanaan dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan Visi RPJMD Kabupaten Musi BanyuasinTahun 2025-2029 yaitu “Maju Lebih Cepat, Bersama Menyejahterakan Musi Banyuasin”.
Dalam pelaksanaan Musrenbang RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin ini juga dipaparkan tentang Proses dan Tahapan Penyusunan RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin 2025-2029 oleh Plt. Kepala Bappeda Agus Arisman, ST. yang dilanjutkan dengan paparan capaian Indikator Makro RPJMD Periode sebelumnya.
Musrenbang RPJMD ini juga mendatangkan narasumber dari Unsri sebagai Tim Ahli Penyusunan RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin, Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, dan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas.
(Mira)
