BeritaJawa Barat

Pascabanjir Besar, Pengembang The Arthera Hill 2 Bekasi Bangun Mitigasi Banjir

401
×

Pascabanjir Besar, Pengembang The Arthera Hill 2 Bekasi Bangun Mitigasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Banjir melanda The Arthera Hill 2 Bekasi
Banjir melanda The Arthera Hill 2 Bekasi, beberapa waktu lalu. (f/ist)

Mjnews.id – Pengembang The Arthera Hill 2, PT Prisma Inti Propertindo, terus memperlihatkan komitmennya dalam memulihkan kawasan dan melindungi warganya pascabencana banjir besar yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Selain membangun sistem mitigasi di empat titik rawan, perusahaan juga membuktikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara legal dan sesuai aturan.

ADVERTISEMENT

Banjir yang disebabkan oleh limpasan Kali Cikarang akibat curah hujan ekstrem dari wilayah hulu merendam kawasan perumahan serta berbagai pemukiman lain di 7 kecamatan dan 23 desa. Namun, respons cepat dan kerja nyata dari pengembang mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk warga dan wakil rakyat.

“Dari sisi administrasi, perumahan The Arthera Hill Ekstension sudah memiliki izin,” tegas Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut memperkuat posisi hukum pengembang, sekaligus membantah berbagai informasi simpang siur yang sempat mencuat di media sosial.

Tanggap Darurat Sejak Hari Pertama

Manajemen PT Prisma Inti Propertindo langsung turun ke lapangan begitu bencana terjadi. Mereka menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, obat-obatan, air bersih, serta mendirikan dapur umum. Bersama tim paguyuban, distribusi bantuan dilakukan merata dan cepat.

Selain itu, tim kebersihan perusahaan dibantu Dinas Pemadam Kebakaran juga membersihkan lumpur, mengecat ulang rumah warga, serta memperbaiki infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir.

Mitigasi Komprehensif di Empat Titik Kritis

Upaya jangka panjang dilakukan melalui pembangunan tanggul, panel beton, dan sistem pengendalian banjir di empat titik strategis:

Titik A (Fasos/Kali Cikarang): Tanggul ditinggikan 2 meter, dipasang kisdam dan cerucuk bambu, serta panel beton.

Titik B (jalur limpasan kebun): Peninggian tanggul tanah dan turap.

Titik C (area longsor): Bronjong batu kali dipasang untuk memperkuat bibir sungai.

Titik D (elevasi terendah): Persiapan pemasangan sheet pile untuk menahan air masuk dari kolam penampungan.

Hingga kini, sebagian besar pengerjaan fisik telah memasuki tahap finishing, seperti pengecoran dan penguatan struktur penahan air.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT