pemkab muba
BeritaKabupaten Sijunjung

Warga Riau Tuding Aktivitas Tambang Bantaran Batang Palangki Sijunjung Penyebab Keruh Air Sungai Kuantan, Ini Kata Kepala Dinas ESDM Sumbar

922
×

Warga Riau Tuding Aktivitas Tambang Bantaran Batang Palangki Sijunjung Penyebab Keruh Air Sungai Kuantan, Ini Kata Kepala Dinas ESDM Sumbar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumbar, Helmi
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumbar, Helmi. (f/ist)

Mjnews.id – Warga Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau menuding air Sungai Kuantan keruh bukan ulah semata aktivitas pertambangan ilegal di daerah Kuantan saja tetapi akibat tambang di belakang Kantor Bupati Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Dikutip surat kabar online Goriau.com, dengan judul Citra Satelit Google Tampilkan Aktivitas Tambang di Belakang Kantor Bupati Sijunjung, Warga Kuansing: Penyebab Air Kuantan Keruh.

ADVERTISEMENT

Dalam materi tulisan tersebut mengulas, citra satelit google menangkap aktivitas pertambangan di belakang Kantor Bupati Sijunjung, tepatnya di Batang Palangki.

Warga Kuantan Singingi Riau menyatakan aktivitas tambang tersebut menjadi penyebab keruhnya air Sungai Kuantan.

Pada paragraf berikut ditulisnya, “aktivitas tambang ini tidak hanya marak di Kuansing, tapi juga di daerah Sijunjung, hulu dari Sungai Kuantan. Dari Google Earth bisa kita lihat, begitu banyak aktivitas tambang di Sungai Batang Palangki, sungai ini bermuara ke Sungai Kuantan. Itu penyebab air keruh”, warga Kuansing, Minggu (3/8/2025) di Teluk Kuantan.

Terkait ini, awak media mengkonfirmasikan kepada Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar, Helmi di kantornya pada Jumat 8 Agustus 2025, karena media provinsi tetangga Riau menuliskan tentang aktivitas tambang di bantaran Batang Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar.

Tiga hari sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi dikirimi konten yang dituliskan Goriau.com oleh awak media, melihat konten tulisan ini tayang di Discovery Google, pertanda konten tulisan tersebut menempati posisi rating pembaca yang lumayan banyak atau viral.

Seputar perihal ini, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi cukup merespon dengan penuh kehati-hatian dalam memberikan statemen.

Menurutnya, perihal ini sangat perlu direspon aparat penegak hukum.

“Seyogianya air Batang Palangki keruh bukan di saat musim penghujan, maka hal tersebut perlu disikapi secara seksama”, ujarnya.

“Karena ranahnya dugaan tambang ilegal merupakan kinerja aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran dan penindakan”, pungkasnya.

(Obral)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT