BeritaKota Bukittinggi

‎54 Anggota Paskibraka Sukses Kibarkan Bendera Pusaka Merah Putih di Bukittinggi

294
×

‎54 Anggota Paskibraka Sukses Kibarkan Bendera Pusaka Merah Putih di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Upacara HUT RI ke-80 di Bukittinggi
Upacara HUT RI ke-80 di Bukittinggi. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi laksanakan Upacara Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih dalam rangka Hari Kemerdekaan ke 80 tahun Republik Indonesia di Lapangan Wirabraja, Minggu 17 Agustus 2025.

‎Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sebanyak ‎54 anggota Paskibraka Bukittinggi sukses kibarkan Sang Pusaka Merah Putih. Untuk petugas pengibaran bendera dilakukan oleh Tim Garuda Merah, Pembawa Baki oleh Lailatulrahmi dari SMAN 5 Bukittinggi, Pendamping Baki Arrifatun Nisa dari SMAN 1 Bukittinggi, Pengibar Bendera Rayyan Pratama dari SMAN 2 Bukittinggi, Penggerek Bendera Ikhsanul Afwa dari SMK Farmasi YIB, Danton Ghanyy Falian Hidayat dari MAN 2 Bukittinggi dan Danpas IPDA Hendrio Irawan, S.Psi. MM.

‎Formasi Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera pusaka pada HUT RI ke-80 berjumlah 80 orang, sebagai representasi dari 80 tahun kemerdekaan bangsa.

‎Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan HUT ke 80 Republik Indonesia ini harus lebih dimaknai pada mempertahankan kemerdekaan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, perayaan ini adalah waktu yang tepat bagi seluruh bangsa, khususnya warga Bukittinggi, untuk mendalami arti kemerdekaan yang sesungguhnya.‎

‎”Peringatan kemerdekaan bukan sekadar mengenang, melainkan juga cara kita menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, semangat persatuan, dan kontribusi bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

‎Ramlan menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi tengah mengusulkan status “Daerah Khusus” ke pemerintah pusat. Usulan ini didasari peran sejarah Bukittinggi sebagai Ibukota Negara saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948–1949. Peran strategis ini membuktikan pentingnya kota kelahiran Bung Hatta dalam mempertahankan kemerdekaan.

(Aii)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT