Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang, Faizah memaparkan kondisi terkini stunting berdasarkan data e-PPGBM.
Menurutnya, angka stunting di kota ini mengalami fluktuasi ringan namun tetap berada di kisaran yang relatif rendah.
Pada Januari 2025, prevalensi stunting tercatat sebesar 9,71 persen, naik sedikit pada Februari menjadi 9,76 persen, lalu turun menjadi 9,57 persen pada Maret dan 9,4 persen pada April.
Angka tersebut sempat naik kembali ke 9,52 persen pada Mei dan turun tipis menjadi 9,49 persen pada Juni.
Memasuki Juli 2025, sebanyak 3.367 balita telah ditimbang di seluruh wilayah Kota Padang Panjang, dengan jumlah balita stunting sebanyak 324 anak, menghasilkan prevalensi sebesar 9,62 persen.
(arb)












