BeritaBlitar

Puskesmas Talun Tunjukkan Kinerja Prima, Kunjungan Pasien Meningkat Dua Kali Lipat

642
×

Puskesmas Talun Tunjukkan Kinerja Prima, Kunjungan Pasien Meningkat Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
IMG 20251014 WA0074

Mjnews.id Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Talun, Selasa, 14 Oktober 2025. Kunjungan tersebut merupakan bentuk pengawasan terhadap fasilitas kesehatan daerah, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, mengungkapkan bahwa pihaknya melihat adanya peningkatan signifikan dalam mutu layanan dan antusiasme masyarakat setelah puskesmas tersebut menempati gedung baru.

ADVERTISEMENT

“Kalau dulu kunjungan pasien di Puskesmas lama sekitar 50 sampai 60 orang per hari, sekarang meningkat menjadi 100 hingga 150 pasien. Ini menandakan pelayanannya bagus, mobilitasnya lancar, dan masyarakat semakin sadar untuk berobat,” ujar Sugeng.

Meski demikian, Sugeng menegaskan perlunya evaluasi lanjutan untuk memastikan bahwa peningkatan kunjungan bukan disebabkan oleh kondisi kesehatan masyarakat yang menurun, melainkan karena meningkatnya kepercayaan dan kenyamanan pasien terhadap fasilitas baru.

Komisi IV juga menyoroti pengelolaan limbah medis dan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di lingkungan puskesmas yang berdekatan dengan pemukiman warga. Sugeng menyebut pengelolaan limbah medis berada di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dan harus sesuai ketentuan perundangan.

“IPAL tidak boleh dibuat atau dikelola sendiri. Semua sudah diatur ketat dan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Biasanya limbah medis dikirim ke pihak yang berizin, seperti di Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes, menyambut baik kunjungan kerja Komisi IV tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian DPRD terhadap sektor kesehatan, khususnya pelayanan di Puskesmas Talun yang baru resmi beroperasi penuh sejak pertengahan 2024.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Komisi IV. Memang baru kali ini mereka datang khusus setelah gedung baru selesai dan beroperasi. Puskesmas Talun pindah ke lokasi baru sekitar bulan Juni 2024, dan sejak itu pelayanan berjalan lancar. Animo masyarakat pun meningkat, dari 60–100 kunjungan di tempat lama, kini menjadi 100–150 pasien per hari,” jelas dr. Christine.

Ia menambahkan, peningkatan itu menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah. Namun, dr. Christine juga mencatat masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya pada aspek keamanan dan infrastruktur penunjang.

“Harapan dari Pak Sugeng tadi memang fasilitas perlu ditambah, terutama pagar belakang yang belum menutup seluruh area, agar keamanan lebih terjamin,” ujarnya.

Terkait pengelolaan limbah medis, dr. Christine menjelaskan bahwa seluruh puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan sudah bekerja sama dengan pihak ketiga berizin untuk penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Semua puskesmas sudah bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti PT Priya atau PT SHL, tergantung wilayahnya. Mereka menampung limbah sementara sebelum diambil pihak ketiga untuk dimusnahkan. Ada yang dibantu penyediaan tempat penampungan, ada juga yang membangun sendiri,” terangnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan juga memberikan panduan kepada puskesmas untuk menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) limbah medis sesuai standar. Beberapa puskesmas bahkan telah difasilitasi cold storage guna menjaga keamanan limbah sebelum diangkut.

“Memang ada standarnya untuk TPS dan IPAL, tapi pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing puskesmas. Secara umum, kami puas karena bangunan fisik bagus, pelayanan berjalan baik, dan pengelolaan limbah sudah sesuai prosedur,” pungkasnya.

Sugeng Suroso menutup kunjungan dengan mengapresiasi kinerja tenaga medis di Puskesmas Talun yang dinilainya bekerja penuh dedikasi.

“Pelayanannya bagus, dokter dan perawatnya ramah, bahkan layanan rawat inap juga berjalan baik, rata-rata lebih dari sepuluh pasien per bulan. Ini patut diapresiasi,” ujarnya. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT