BeritaBlitar

Aroma Tiran di Balik Kursi Balai Kota Blitar: Ketika Kritik Disulap Jadi “Panggung Politik”

710
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin (Ibin)
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin (Ibin). (f/ist)

Cermin Arogansi dan Krisis Etika Politik

Pengamat pemerintahan menilai, apa yang terjadi di Blitar adalah “alarm bahaya” bagi demokrasi lokal. Arogansi kekuasaan yang menutup ruang kritik bisa melahirkan rezim kecil yang anti-koreksi.

ADVERTISEMENT

Langkah-langkah Ibin yang terkesan tak tersentuh membuat banyak pihak khawatir, roda pemerintahan akan kehilangan keseimbangan antara kontrol dan kolaborasi. Bila dibiarkan, situasi ini dapat menjalar menjadi krisis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan kota.

Blitar kini berada di persimpangan: antara melanjutkan gaya kepemimpinan yang kuat tapi membungkam, atau membangun tata kelola yang terbuka dan partisipatif.

Sebab, sebagaimana pepatah lama, kekuasaan tanpa kritik bukanlah kepemimpinan, melainkan tirani dalam rupa modern. (*)

Exit mobile version