Cermin Arogansi dan Krisis Etika Politik
Pengamat pemerintahan menilai, apa yang terjadi di Blitar adalah “alarm bahaya” bagi demokrasi lokal. Arogansi kekuasaan yang menutup ruang kritik bisa melahirkan rezim kecil yang anti-koreksi.
ADVERTISEMENT
Langkah-langkah Ibin yang terkesan tak tersentuh membuat banyak pihak khawatir, roda pemerintahan akan kehilangan keseimbangan antara kontrol dan kolaborasi. Bila dibiarkan, situasi ini dapat menjalar menjadi krisis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan kota.
Blitar kini berada di persimpangan: antara melanjutkan gaya kepemimpinan yang kuat tapi membungkam, atau membangun tata kelola yang terbuka dan partisipatif.
Sebab, sebagaimana pepatah lama, kekuasaan tanpa kritik bukanlah kepemimpinan, melainkan tirani dalam rupa modern. (*)
