BeritaSumatera Barat

Pemprov Sumbar Gagas Pendekatan Graduasi untuk Tekan Angka Kemiskinan

265
×

Pemprov Sumbar Gagas Pendekatan Graduasi untuk Tekan Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Bappeda Sumbar, Winny Sayori
Sekretaris Bappeda Sumbar, Winny Sayori. (f/pemprov)

Kedua, proyek ini memperluas ruang intervensi melalui empat pilar strategis dengan indikator yang spesifik, yaitu:

  • Pemenuhan kebutuhan dasar, mencakup akses terhadap pendidikan, kesehatan, pangan, dan perumahan layak.
  • Pembinaan dan pemberdayaan, berfokus pada peningkatan kapasitas dan keterampilan keluarga penerima manfaat.
  • Penciptaan pendapatan, melalui dukungan usaha produktif, akses permodalan, serta pengembangan ekonomi lokal.
  • Peningkatan tabungan dan investasi, untuk membangun ketahanan ekonomi agar keluarga tidak kembali jatuh miskin.

Melalui penerapan empat pilar ini, program tidak lagi berhenti pada pembagian bantuan tunai atau sembako, tetapi diarahkan menjadi sarana menuju kemandirian ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Pada tahap awal implementasi, proyek perubahan ini akan menghasilkan empat output utama, yaitu:

  • Penyusunan pedoman kriteria dan indikator graduasi kemiskinan sebagai dasar identifikasi dan klasifikasi penerima manfaat.
  • Perancangan regulasi daerah yang menjadi dasar hukum pelaksanaan program.
  • Pengembangan sistem informasi pemantauan berbasis digital yang terintegrasi dengan Dashboard Pembangunan Sumbar melalui aplikasi SILEK (Sistem Informasi Lepas dari Kemiskinan).
  • Perjanjian kerja sama dengan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai daerah percontohan (pilot project).

Empat output tersebut disusun untuk menjawab tiga persoalan mendasar: belum tercapainya target penurunan kemiskinan, belum efektifnya penggunaan anggaran, serta lemahnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Dengan sistem informasi yang lebih akurat dan kebijakan yang lebih terarah, diharapkan setiap rupiah anggaran dapat digunakan secara optimal dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat melalui Sekretaris Bappeda Winny Sayori menegaskan, pendekatan baru ini bukan sekadar upaya administratif, tetapi perubahan paradigma dalam penanggulangan kemiskinan. Pemerintah daerah tidak lagi hanya memberikan bantuan, melainkan menciptakan sistem yang mendorong masyarakat miskin untuk naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan.

“Jika berhasil diterapkan, Proyek Perubahan Pendekatan Graduasi Kemiskinan ini diyakini dapat menjadi model nasional bagi daerah lain dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan berbasis data dan kemandirian,” kata Winny.

Lebih jauh, proyek ini akan memperkuat komitmen Sumatera Barat dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan langkah strategis ini, Sumatera Barat menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan sekadar soal menyalurkan bantuan, tetapi tentang mempersiapkan masyarakat agar mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Pendekatan berbasis graduasi diharapkan menjadi babak baru dalam pembangunan sosial ekonomi di Ranah Minang — menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

(rel)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT