Digitalisasi Pengelolaan Aset dan Efisiensi Energi
Dalam pengelolaan aset dan fasilitasnya, UNP menerapkan pendekatan digitalisasi menyeluruh. Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMAS) dan aplikasi E-Reservasi memungkinkan pemanfaatan ruang, laboratorium, dan pengelolaan fasilitas kampus secara terpusat, efisien, dan transparan.
Selain itu, UNP juga mengimplementasikan teknologi sensor hemat energi, monitoring daring real time, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui solar cell di beberapa gedung baru. Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap konsep green building dan smart campus.
“Kami menerapkan teknologi hemat energi dan sistem digitalisasi untuk mengoptimalkan penggunaan ruang. Penggunaan gedung dan ruang termonitor secara online,” ujar Rektor UNP, Krismadinata.
Mendorong Pembelajaran, Riset, dan Kolaborasi Industri
Gedung-gedung baru UNP dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset yang dilengkapi dengan peralatan penunjang yang representatif, serta dapat meningkatkan skill dan kompetensi civitas akademika.
Selain mendukung kegiatan akademik, fasilitas ini juga memperkuat kerja sama dengan industri dan masyarakat. Di Payakumbuh, misalnya, keberadaan kampus satelit UNP berperan dalam mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen rendang dan pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas produk dan kemasan.
Kampus Satelit untuk Pemerataan Akses dan Ekonomi Daerah
“Pembangunan kampus-kampus di daerah seperti Sijunjung dan Payakumbuh benar-benar meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” jelas Rektor Krismadinata.
Dengan pembangunan kampus satelit, mahasiswa kini dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa harus bermigrasi ke kota besar, sementara ekonomi lokal ikut berkembang berkat aktivitas akademik dan usaha penunjang di sekitar kampus.
Model pengembangan ini menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur pendidikan tinggi dapat menjadi instrumen pemerataan pembangunan manusia dan ekonomi daerah wujud konkret semangat “Diktisaintek Berdampak” yang dijalankan secara strategis oleh UNP.
Tantangan dan Strategi Pengelolaan
UNP mengakui bahwa pengelolaan delapan gedung dengan fasilitas modern bukan tanpa tantangan. Keterbatasan anggaran pemeliharaan dan kebutuhan sumber daya manusia menjadi fokus utama.
Untuk menjawab hal tersebut, kampus menerapkan struktur organisasi yang ramping, efisiensi anggaran berbasis digitalisasi, serta kolaborasi lintas fakultas dan industri dalam pemanfaatan fasilitas.
“Dalam membangun gedung-gedung baru itu, kita memandang beberapa aspek, keberfungsiannya, kebutuhan apa yang perlu dipenuhi, aspek konstruksi seperti efisiensi energi dan ramah lingkungan, kekuatan fungsi dari bangunan,” ungkap Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Sarana Prasarana, dan Kepegawaian UNP, Remon Lapisa.












