Mjnews.id – Kota Sawahlunto surplus beras 4.085,49 ton, hasil produksi beras di rentang 9 bulan terakhir 2025, yakni 7.992,72 ton.
“Surplusnya produksi beras kita di kota ini, akan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 9 bulan ke depan atau sampai Juni 2026,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto, Heni Purwaningsih kepada Media, Selasa 2 Desember 2025.
Heni mengatakan, angka surplus ini didasarkan produksi, perhitungan jumlah penduduk dan asumsi kebutuhan konsumsi beras perkapita per bulan per jiwa.
Disebutkannya, kebutuhan beras per kapita per bulan warga Sawahlunto 6,12 kilogram untuk 69.695 jiwa dan kebutuhan konsumsi beras 3.837,23 ton dari produksi beras 7.992,72 ton.
Kecamatan Talawi dan Barangin Lumbung Beras Kota Sawahlunto
Ditambahkan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan, Yunismartita mengemukakan, ada 13.683,45 ton Gabah Kering Giling (GKG) yang diproduksi selama 9 bulan. Kalau disetarakan dengan beras, 7.992,72 ton.
“Kecamatan Talawi dan Barangin produksi beras terbesar di Sawahlunto. Sejak dahulu Talawi dan Barangin menjadi lumbung beras daerah ini,” ujar Tita.
Ditambahkannya, produksi beras selama 9 bulan, Talawi 4.812,07 ton. Barangin 2.237,71 ton. Lalu, didukung produksi beras Lembah Segar 481,94 ton dan Silungkang 390,99 ton.
Disebutkan Sekretaris Tita, surplus beras tercapai di tengah musim kemarau yang terjadi di April-September 2025 yang menyebabkan sawah kekeringan. Ada 144,60 hektare sawah mengalami kekeringan, puso atau gagal panen 92,95 hektar, rusak berat 23,45 hektare, rusak sedang 17,60 hektare dan rusak ringan 10,60 hektar.
“Produksi beras kita masih surplus di tengah kekeringan. Kita prediksi ada 140 hektare sawah yang akan panen di musim tanam Oktober-Desember, sekaligus dapat menutupi kekurangan produksi akibat kekeringan,” imbuh Tita.
(Uni)












