BeritaKemendagriSumatera Barat

Total Kerugian Akibat Bencana Hidrometerologi di Sumbar Mencapai Rp 31,8 Triliun

38
×

Total Kerugian Akibat Bencana Hidrometerologi di Sumbar Mencapai Rp 31,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama jajaran mengikuti Rakor pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera dengan Mendagri, Tito Karnavian
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama jajaran mengikuti Rakor pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera dengan Mendagri, Tito Karnavian. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian.

Gubernur Mahyeldi melaporkan, bencana hidrometeorologi di Sumbar telah menyebabkan 16 kabupaten/kota terdampak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp31,8 triliun.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan jumlah korban, 264 meninggal dunia, 72 hilang, 401 luka-luka dan 10.854 jiwa mengungsi. Total masyarakat terdampak sebanyak 296.345 jiwa,” ungkap Gubernur Mahyeldi

Hal tersebut disampaikannya dalam rakor pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera kepada Mendagri via zoom di Padang, Jum’at (9/1/2026).

Gubernur menyebut data tentang kebencanaan di Sumbar dapat diakses secara umum oleh masyarakat melalui dashboard satu data kebencanaan di website dashboardbencana.sumbarprov.go.id.

Menurutnya, website tersebut sengaja disiapkan untuk memudahkan pelaporan dan bentuk transparansi pemerintah dalam penanganan bencana.

“Dashboard kebencanaan ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan rehap dan rekonstruksi pascabenca berbasis data yang akurat. Dengan data yang terbuka dan terintegrasi, proses penanganan bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Mahyeldi.

Fokus Rekonstruksi Pascabencana pada Pemulihan Infrastruktur Jalan

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memuji kesiapan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam penanganan bencana khususnya dalam penanganan darurat dan pendataan.

Menurutnya, dengan adanya dashboard satu data kebencanaan akan memudahkan koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun langkah pemulihan pascabencana secara terpadu.

“Dashboard ini mempermudah koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap tahapan rehap rekon termonitor dengan baik dan penggunaan anggaran lebih efektif,” kata Mendagri Tito Karnavian.

Selain itu, Mendagri menilai, dengan adanya dashboard kebencanaan, pemerintah juga terbantu untuk bekerja lebih terkoordinasi, terukur, dan akuntabel.

Tito menegaskan untuk tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah terdampak akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur jalan.

“Sementara yang lainnya, akan menyusul setelah itu,” pungkasnya.

(adpsb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT