Mjnews.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, dengan mengusung tema “Menyatukan Arah, Mewujudkan Pembangunan Berkualitas”.
Dalam acara tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong Kepri untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,4 hingga 8,0 persen pada tahun 2027.
Target ini selaras dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan diharapkan dapat melampaui rata-rata nasional yang diproyeksikan mencapai 6,3 sampai 7,5 persen.
Staf Ahli Bidang Pemerataan Pembangunan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, menyampaikan bahwa capaian ekonomi Kepri pada tahun 2025 sudah sangat positif, yaitu mencapai 6,94 persen atau jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
Oleh karena itu, ia mendorong akselerasi pertumbuhan yang lebih merata dengan fokus pada sektor teknologi tinggi, maritim, energi bersih, digitalisasi layanan, serta hilirisasi industri.
Selain itu, pariwisata dan perikanan juga menjadi sektor prioritas untuk didorong lebih optimal.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya yang hadir secara daring menekankan pentingnya pengelolaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta kepala daerah di Kepri untuk mengawal pelaksanaan MBG, memperbaiki tata kelola, memastikan pendataan penerima manfaat akurat, dan melaporkan perkembangannya setiap tiga bulan sekali sesuai Surat Edaran Mendagri.
Musrenbang sebagai dasar penyusunan anggaran dan program pembangunan
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam sambutannya menyoroti capaian pembangunan yang sudah diraih, seperti penurunan angka stunting menjadi 15 persen dan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai 98,43 persen.
