BeritaKota Payakumbuh

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Siswa Disabilitas, BPBD Payakumbuh Adakan Simulasi Evakuasi di SLB B Aua Kuning

69
×

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Siswa Disabilitas, BPBD Payakumbuh Adakan Simulasi Evakuasi di SLB B Aua Kuning

Sebarkan artikel ini
Simulasi evakuasi BPBD Payakumbuh di SLB B Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan.
Simulasi evakuasi BPBD Payakumbuh di SLB B Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan. (f/pemko)

Mjnews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan dengan menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota, Payakumbuh, Zulmaeta dalam mitigasi bencana yang inklusif yang merupakan upaya pengurangan risiko bencana yang adil, setara bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan (disabilitas, lansia, anak-anak, perempuan) sebagai subjek aktif.

Dimana fokusnya adalah memastikan aksesibilitas informasi, fasilitas evakuasi, dan perencanaan bagi semua orang tanpa terkecuali.

“Kegiatan inu sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, Rabu (08/04/2026).

Ia mengatakan, penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam situasi darurat.

“Dalam kondisi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kita hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,” ujarnya.

Devitra menekankan, edukasi mitigasi bencana harus disertai praktik langsung agar lebih efektif dan mudah dipahami.

“Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.

“Tujuan akhirnya adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah, sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026 tersebut diikuti sebanyak 50 siswa dan 12 guru, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT