Ia menjelaskan Pemerintah Kota Payakumbuh telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung guna memastikan implementasi sistem merit berjalan optimal, termasuk penguatan integrasi data kepegawaian untuk mendukung pemetaan talenta ASN secara lebih akurat.
Sebagai bagian dari kesiapan digitalisasi, Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi memperagakan penggunaan aplikasi manajemen talenta di hadapan tim penilai BKN. Simulasi tersebut menunjukkan kemampuan sistem dalam memetakan kompetensi, kinerja, dan potensi ASN sebagai dasar pengembangan karier maupun pengisian jabatan.
“Digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan manajemen talenta. Melalui sistem yang terintegrasi, proses pengelolaan ASN dapat dilakukan lebih efektif, terukur, dan akuntabel,” kata Dafrul.
Ekspose tersebut dihadiri Wakil Kepala BKN Suharmen, Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN Samsul Hidayat, Direktur Pengelolaan Sistem Informasi dan Layanan Digitalisasi Manajemen ASN Wahyu Firdaus, Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Purjiyanta, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan BKN.
Dorong inovasi dalam pemberian penghargaan dan pengembangan kompetensi ASN
Pada kesempatan itu, Wakil Kepala BKN Suharmen mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun sistem manajemen talenta sebagai bagian dari penguatan sistem merit.
Menurut dia, keberhasilan penerapan manajemen talenta ditentukan oleh tiga pilar utama, yakni pembangunan sistem yang kuat, implementasi yang konsisten, dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Keberhasilan manajemen talenta ditentukan oleh pembangunan sistem yang kuat, implementasi yang konsisten, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Kami mendorong Pemko Payakumbuh terus memperkuat program penghargaan dan peningkatan kompetensi ASN,” katanya.
Suharmen juga mendorong Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus menghadirkan inovasi dalam pemberian penghargaan dan pengembangan kompetensi ASN serta melakukan sosialisasi secara menyeluruh sebelum sistem diterapkan secara penuh.
Menurut dia, pemahaman ASN terhadap manajemen talenta menjadi faktor penting agar sistem tersebut tidak sekadar dipahami sebagai instrumen administrasi, melainkan sebagai mekanisme yang mampu mendorong pengembangan karier secara adil, objektif, dan berbasis kinerja.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan ekspose oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dan Wakil Kepala BKN Suharmen. Selanjutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh akan menunggu hasil evaluasi dan keputusan BKN terkait penerapan manajemen talenta ASN secara penuh.
Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai ketentuan, sistem tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya birokrasi yang lebih profesional, kompetitif, dan berintegritas, sekaligus memastikan pelayanan publik di Kota Payakumbuh semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
(MC/yud)










