BeritaKota PadangPendidikan

Universitas Andalas Kini Punya Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah

13
×

Universitas Andalas Kini Punya Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah

Sebarkan artikel ini
Kegiatan pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) di Universitas Andalas (Unand)
Kegiatan pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) di Universitas Andalas (Unand) Padang. (f/pemprov)

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Hutama Karya yang dinilai konsisten mendukung pengembangan pendidikan tinggi melalui berbagai program kolaborasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Hutama Karya dan Universitas Andalas yang terus membangun sinergi dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing global,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Universitas Andalas yang juga merupakan Komisaris Utama PT Hutama Karya, Denny Abdi mengatakan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan mempercepat arus barang, jasa, dan investasi, sehingga memperkuat keterhubungan Sumatera Barat dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

“Jika ruas tol ini tersambung, perputaran ekonomi akan meningkat signifikan. Ini bukan hanya untuk Sumatera Barat, tetapi akan menjadi motor penggerak ekonomi Pulau Sumatera,” ujarnya.

PUSTROIB mendukung pengembangan keahlian, riset, dan inovasi di bidang konstruksi terowongan

Denny menjelaskan, salah satu tantangan terbesar pembangunan ruas Sicincin–Bukittinggi terletak pada aspek teknologi konstruksi. Karena itu, keberadaan PUSTROIB menjadi sangat penting dalam mendukung pengembangan keahlian, riset, dan inovasi di bidang konstruksi terowongan.

“Pusat Studi Terowongan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kehadirannya sangat penting karena pada ruas Sicincin–Bukittinggi akan dibangun terowongan sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang menjadi salah satu terpanjang di Indonesia,” katanya.

Ia optimistis proyek tersebut tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga membuka potensi wisata baru karena melintasi kawasan perbukitan dengan panorama alam yang memiliki daya tarik tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Universitas Andalas dan PT Hutama Karya juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Tridarma Perguruan Tinggi, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi dan Bisnis, serta pendirian PUSTROIB. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, dan Direktur Human Capital dan Legal PT Hutama Karya, Muhammad Fauzan.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan riset terowongan dan infrastruktur bawah tanah di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai pusat inovasi pembangunan infrastruktur nasional.

(adpsb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT