BeritaSumatera Barat

Goro Gerakan Indonesia Asri, Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Jadikan Kebersihan Sebagai Budaya

12
×

Goro Gerakan Indonesia Asri, Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Jadikan Kebersihan Sebagai Budaya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Kota Padang
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Kota Padang. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang terhubung secara telekonferensi dengan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus momentum menguatkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan itu, Mahyeldi melepas sekitar 430 peserta yang terdiri dari perwakilan unsur organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, komunitas, kelompok masyarakat, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga pelaku usaha perhotelan untuk melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang kawasan Pantai Purus.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’. Artinya, kesadaran lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta para Bupati dan Walikota di Sumbar terus menggerakkan partisipasi masyarakat hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan nagari.

“Alam Sumbar ini indah. Jika kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus tumbuh, saya yakin daerah kita akan semakin bersih, sehat, nyaman, dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Mahyeldi juga menegaskan bahwa persoalan sampah harus mulai diselesaikan dari sumbernya melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat. Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota semakin serius mendorong pemilahan sampah, bahkan dimulai dari rumah tangga. Sampah sesungguhnya bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumbar secara bertahap terus berupaya mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah SMA/SMK negeri.

“Kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah terus kita dorong untuk mengolah sampah secara mandiri. Sampah harus mulai dikelola di tempat masing-masing agar tidak seluruhnya berakhir di TPA,” tegas Mahyeldi.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT