BeritaKota Bukittinggi

1.700 Perempuan Berpakaian Adat Minang Ukir Sejarah di Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi

14
×

1.700 Perempuan Berpakaian Adat Minang Ukir Sejarah di Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
1.700 Perempuan Berpakaian Adat Minang Ukir Sejarah di Peringatan 100 Tahun Jam Gadang
1.700 Perempuan Berbusana Adat Minang Ukir Sejarah di Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi. (f/pemko)

Mjnews.id – Ribuan pasang mata menyaksikan parade seribu lebih perempuan berpakaian adat Minangkabau yang menjadi bagian dari rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Parade dimulai dari Pasar Atas dan mengelilingi kawasan ikon Kota Bukittinggi tersebut, Sabtu 6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Sumatera Barat, Dianita Maulin Vasko, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Sekretaris Daerah, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan Kota Bukittinggi, serta Ketua IMLF.

ADVERTISEMENT

Koordinator 1000 perempuan berpakaian adat Minang, Syunisyam, menyampaikan, peserta yang mengikuti parade ini bukan hanya dari kota Bukittinggi tetapi juga luar kota Bukittinggi sampai pulau Jawa. Sebanyak 1.700 peserta yang terbagi ke dalam 40 kelompok yang berjalan menggunakan baju khas Minangkabau.

“Saat ini Bukittinggi mengukir sejarah melalui 1.000 perempuan berpakaian adat Minang. Ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan IMLF 2026. Melalui kegiatan ini Kita menyampaikan pesan literasi yang kuat, bahwa pakaian baju Minangkabau yang ditampilkan hari ini bukan hanya kain dan hiasan, tetapi terkandung filosofi kehormatan, kesantunan perempuan Minang,” jelasnya.

Apresiasi peserta parade perempuan berpakaian adat Minang

Sementara Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti parade perempuan berpakaian adat Minang.

Melalui kegiatan ini kita memperkenalkan kepada dunia bahwa Minangkabau bukan hanya memiliki keindahan alam, tapi juga Minangkabau juga memiliki kekayaan budaya, nilai-nilai luhur, serta masyarakat yang terbuka dan menghargai keberagaman.

“Saya meyakini bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting. Bukan hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media edukasi, promosi daerah, penguatan identitas generasi muda, dan diplomasi budaya di tingkat internasional,” jelas Wako.

Lebih lanjut, Wako Ramlan juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai, mempelajari, dan menjaga budaya Minangkabau.

(Aii)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT