Menurutnya, skema pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan tetap dibutuhkan sebagai bagian dari strategi jangka pendek hingga panjang, meskipun perubahan pola pikir masyarakat dalam berwirausaha juga menjadi faktor penting.
Ia menambahkan, pemulihan ekonomi pascabencana harus dipandang sebagai momentum transformasi ekonomi daerah menuju sistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Mindset masyarakat kita untuk memulai usaha memang sering memikirkan modal uang terlebih dahulu. Karena itu, dukungan pembiayaan tetap penting, tetapi harus disertai penguatan kapasitas dan pendampingan,” pungkasnya.
Diketahui kondisi ekonomi di wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat dinilai mengalami tekanan serius akibat terganggunya aktivitas produksi, distribusi, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Dampak tersebut diperparah oleh kondisi ekonomi yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih pascapandemi, sehingga memperburuk situasi sosial dan ekonomi masyarakat di daerah terdampak. (hms)
#beritaunp #sdgs












