Berita

Blitar Berkolaborasi, Wali Kota Ajak Forum CSR dan Dunia Usaha Rajut Sinergi Bangun Kota

36

Mjnews.id – Pemerintah Kota Blitar terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kota Blitar. Mengusung tema “Blitar Berkolaborasi: Merajut Sinergi Membangun Kota Blitar”, kegiatan ini menjadi wadah mempererat kerja sama antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha dalam mendukung pembangunan serta penguatan ekonomi kerakyatan, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Bertempat di halaman kantor walikota, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha yang memiliki peran strategis melalui program-program CSR.

ADVERTISEMENT

“Semangat kolaborasi inilah yang ingin terus kita bangun. Pemerintah Kota Blitar membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk bersama-sama menciptakan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mas Ibin.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin memaparkan sejumlah program inovatif yang telah dijalankan Pemerintah Kota Blitar. Salah satunya adalah Kencan SAE, sebuah program fasilitasi pencarian pasangan bagi masyarakat yang kemudian dilanjutkan hingga proses pernikahan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Blitar.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi pembangunan daerah.

Mas Ibin juga mengajak seluruh pengusaha yang tergabung dalam Forum CSR untuk tidak hanya berkontribusi melalui bantuan sosial, tetapi juga berkolaborasi dalam menciptakan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin membangun ekonomi kerakyatan yang kuat. Karena itu kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar,” katanya.

Selain itu, Wali Kota Blitar turut mengundang para pengusaha untuk memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) yang digelar setiap hari Minggu sebagai sarana promosi usaha dan produk lokal. Ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 masih tersedia 19 hari kegiatan CFD yang belum terisi agenda promosi dari dunia usaha.

“Kami membuka kesempatan kepada para pengusaha untuk mengisi kegiatan di Car Free Day setiap hari Minggu. Masih ada 19 hari yang belum terisi untuk agenda promosi selama tahun 2026. Ini bisa menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan produk, layanan, dan potensi usaha Kota Blitar kepada masyarakat,” ungkap Mas Ibin.

Sesi dialog berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta. Tiga penanya yang mewakili Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Blitar, Gabungan Pengusaha Tangan di Atas (TDA), dan Mayangkara Group menyampaikan sejumlah gagasan strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah perlunya fasilitasi dari Pemerintah Kota Blitar agar produk-produk UMKM lokal dapat dipasarkan di rest area jalan tol di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dinilai mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kota Blitar di tingkat nasional.

Selain itu, para peserta juga mendorong penguatan ekosistem usaha melalui kemudahan perizinan, perluasan jaringan pemasaran, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM.

Forum tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Kota Blitar dan dunia usaha. Dengan sinergi yang kuat, berbagai program pembangunan diharapkan mampu berjalan lebih optimal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Blitar.(*)

 

Exit mobile version