pemkab muba
BeritaMusi Banyuasin

74 Blank Spot Jadi Prioritas Penanganan Pemkab Muba dan Telkom

32
×

74 Blank Spot Jadi Prioritas Penanganan Pemkab Muba dan Telkom

Sebarkan artikel ini
Bupati Muba, HM Toha Tohet menerima jajaran PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumbagsel dan Telkomsel Enterprise di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin, Palembang
Bupati Muba, HM Toha Tohet menerima jajaran PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumbagsel dan Telkomsel Enterprise di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin, Palembang. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mempercepat langkah transformasi digital dengan menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Telkomsel Enterprise.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi sekaligus mengatasi 74 titik blank spot yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Muba.

ADVERTISEMENT

Hal ini diketahui saat Bupati Muba, HM Toha Tohet menerima jajaran PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumbagsel dan Telkomsel Enterprise di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin, Palembang, Rabu (5/8/2026).

Bupati HM Toha Tohet menegaskan, digitalisasi telah menjadi tulang punggung pelayanan di Pemkab Muba. Berbagai layanan publik kini didominasi sistem digital dan berbasis daring sehingga membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang andal.

“Pelayanan publik di Muba saat ini dominan menggunakan pelayanan digital dan sistem online. Karena itu saya sangat mendukung agar masyarakat Muba mendapatkan fasilitas telekomunikasi yang semakin baik, terutama untuk pelayanan publik maupun aktivitas bisnis,” ujar Toha.

Sementara itu, General Manager Telkom Witel Sumbagsel, Yuniarti ST MM didampingi Account Manager Government Telkomsel Muhammad Prima Putra menjelaskan bahwa digitalisasi kini telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, pemerintahan hingga perekonomian.

Namun, pembangunan jaringan telekomunikasi di sejumlah daerah masih menghadapi berbagai tantangan teknis. Ia mengungkapkan, satu menara BTS pada umumnya hanya mampu menjangkau radius sekitar tiga kilometer dengan kapasitas sekitar seribu perangkat.

“Wilayah di Sumatera Selatan memiliki karakteristik jarak yang berjauhan. Selain itu, pasokan listrik yang belum stabil dan kasus pencurian baterai BTS juga sering menjadi penyebab hilangnya sinyal di beberapa lokasi,” jelasnya.

Khusus di Kabupaten Musi Banyuasin, lanjutnya, kendala utama berasal dari jarak antartitik permukiman yang cukup jauh sehingga pembangunan jaringan membutuhkan investasi dan perencanaan yang lebih matang.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT