BeritaKota PadangSumatera Barat

Pemprov Sumbar Dukung Kota Padang menuju Kota Gastronomi Internasional

16
Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 “Road to Gastronomy City”
Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 “Road to Gastronomy City”. (f/pemprov)

Mjnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong Kota Padang mengubah kekuatan kuliner menjadi mesin ekonomi, pariwisata dan budaya untuk menembus panggung gastronomi dunia. Popularitas masakan Padang dinilai sudah menjadi modal awal, tetapi harus diikuti mutu, keamanan pangan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Jasman Datuak Bandaro Bendang saat menghadiri Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 “Road to Gastronomy City”, rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357 di Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat (7/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam sambutan yang dibacakan Jasman, Mahyeldi menegaskan gastronomi tidak berhenti pada rasa makanan. Di dalamnya terdapat rantai panjang mulai dari bahan pangan, pengolahan, penyajian, pelayanan hingga nilai budaya. “Membangun Kota Padang sebagai kota gastronomi bukan hanya mempromosikan makanan, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan budaya, pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kreatif,” katanya.

Mahyeldi mengingatkan ketenaran kuliner Padang harus dibuktikan dengan kualitas. Konsistensi rasa, keamanan bahan, kebersihan pengolahan dan pelayanan menjadi kunci agar pengalaman kuliner Padang mampu bersaing. “Popularitas merupakan modal awal, bukan tujuan akhir. Kuliner Padang harus memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, menjaga warisan budaya, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota ke-357, 12 Tokoh Masyarakat Terima Penghargaan

Ia mendukung langkah Padang menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi, namun mengingatkan pengakuan internasional tidak boleh sekadar menjadi gelar. Menurutnya, ukuran keberhasilan justru terletak pada kemampuan gastronomi mengangkat UMKM, membuka ruang bagi generasi muda, meningkatkan nilai bahan pangan lokal serta memberikan pengalaman wisata yang aman dan bermakna. “UMKM harus naik kelas, pengetahuan tradisional harus dilestarikan, generasi muda harus diberi ruang, bahan pangan lokal harus semakin dihargai, pasar harus bersih, limbah harus dikurangi, dan wisatawan harus mendapatkan pengalaman yang aman serta bermakna,” ujarnya.

Mahyeldi menilai kekuatan gastronomi tidak hanya berada di restoran. Di balik setiap hidangan terdapat petani, nelayan, peternak, pedagang, juru masak, pelaku UMKM hingga keluarga yang menjaga resep secara turun-temurun. Karena itu, pengetahuan kuliner perlu didokumentasikan dan diwariskan melalui sekolah, perguruan tinggi, lembaga adat, komunitas dan keluarga.

Penguatan keamanan pangan dan penggunaan bahan lokal juga menjadi perhatian. Pelaku usaha didorong menjaga kebersihan dapur, kualitas bahan, kesehatan pekerja, kehalalan, kemasan, informasi harga serta pelayanan. “Dengan demikian, manfaat gastronomi tidak hanya dirasakan oleh restoran, tetapi juga oleh masyarakat di daerah penghasil pangan,” katanya.

Mahyeldi menegaskan Padang Bajamba dan Taste of Padang Experience 2026 harus meninggalkan dampak ekonomi, bukan sekadar kemeriahan. Festival harus menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk, memperkuat merek dan memperluas pasar. Pemerintah juga diminta memperkuat pendampingan dalam sertifikasi, kemasan, pemasaran digital, keuangan, perizinan dan pembiayaan.

Konsep wisata gastronomi pun harus diperluas. Wisatawan tidak cukup hanya diajak mencicipi makanan, tetapi perlu diperkenalkan dengan pasar tradisional, bahan pangan, proses memasak, sejarah makanan dan nilai budaya. “Kota Padang dapat mengembangkan jalur wisata kuliner, kelas memasak, kunjungan pasar, pengalaman bajamba, serta promosi produk oleh-oleh. Dengan demikian, wisatawan dapat tinggal lebih lama dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Exit mobile version