BeritaKabupaten Dharmasraya

Ketika Hutan Tak Lagi Menjadi Rumah: Pesan Sunyi dari Pawai Budaya Sikabau

41
Pawai Budaya Sikabau
Pawai Budaya Sikabau tahun 2026. (f/sutan sari alam)

Ketua Koperasi Sawit Pusako Niniak Mamak Sikabau, Herianto Dt. Mandaro, mengatakan Pawai Budaya Nagari Sikabau bukan semata-mata perayaan keberagaman.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat dalam menjaga nagari.

ADVERTISEMENT

“Kami berharap seluruh elemen Nagari Sikabau bangkit bersatu untuk sama-sama menjaga keutuhan nagari dan tetap mempertahankan persatuan,” katanya.

Herianto menyebut terdapat sekitar 2.300 hektare lahan yang menurut pihaknya kini menjadi bagian dari persoalan dengan sebuah perusahaan.

Ia berharap pemerintah hadir sebagai penengah dan mencari penyelesaian yang adil.

“Harapan kami kepada pemerintah, mari kita selesaikan bersama dengan langkah-langkah yang baik, dengan cara-cara yang adil, dan tidak merugikan kami,” ujarnya.

Ketika Budaya Berbicara

Pawai itu akhirnya bukan hanya tentang pakaian adat, musik, atau kemeriahan anak-anak nagari.

Ia menjadi cermin. Cermin tentang hubungan manusia dengan tanah yang telah menjadi ruang hidup. Tentang hutan yang bukan hanya kumpulan pepohonan, tetapi juga rumah bagi satwa dan manusia. Tentang masyarakat adat yang berusaha mempertahankan ruang kehidupan mereka di tengah perubahan zaman.

Dan mungkin, sosok jin, kuntilanak serta hantu hutan yang berjalan di antara kerumunan peserta pawai itu bukan sekadar karakter mistis. Mereka seperti sedang membawa pesan dari rimba,

“Jika manusia mengambil seluruh rumah kami, lalu kami harus tinggal di mana?”

Pertanyaan itu mengambang di sepanjang jalan Nagari Sikabau, bersamaan dengan langkah ratusan peserta pawai.

Hari itu masyarakat berpesta. Namun di balik pesta, ada suara yang sedang meminta didengar. Suara dari hutan. Suara dari masyarakat adat. Dan suara dari mereka yang takut suatu hari nanti tidak lagi memiliki tempat untuk menyebut sebuah tanah sebagai rumah.

(Sutan)

Exit mobile version