BeritaKabupaten Solok

Jon Firman Pandu Pimpin DPC HKTI Kabupaten Solok Periode 2026-2031

19
Pengukuhan kepengurusan HKTI se Provinsi Sumatera Barat
Pengukuhan kepengurusan HKTI se Provinsi Sumatera Barat. (f/pemkab solok)

Mjnews.id – Bupati Solok, Jon Firman Pandu dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Solok periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pengurus DPC HKTI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat turut dikukuhkan. Untuk kepengurusan DPC HKTI Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu dipercaya sebagai Ketua, Nofri Perdana Ario sebagai Sekretaris, dan Joni Krisnopel sebagai Bendahara.

ADVERTISEMENT

Musda HKTI Sumatera Barat juga menetapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.I.P., sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Harian DPN HKTI Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, M.S., Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, S.T., Ketua DPD HKTI Sumatera Barat terpilih Evi Yandri Rajo Budiman, S.I.P., sejumlah kepala daerah, serta jajaran pengurus HKTI se-Sumatera Barat.

Ketua Harian DPN HKTI Prof. Andi Muhammad Syakir dalam arahannya menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari tercapainya swasembada pangan, tetapi juga dari meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani.

HKTI, kata dia, diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat berbagai program pertanian, mulai dari peningkatan produktivitas, akses pasar, hilirisasi produk, hingga pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.

Sementara itu, Evi Yandri Rajo Budiman menilai Sumatera Barat memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diatasi bersama, seperti harga komoditas, ketersediaan pupuk, akses permodalan, teknologi, kepastian pasar, hingga regenerasi petani.

“Ke depan, HKTI harus hadir dan bekerja bersama petani untuk mewujudkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy juga berharap kepengurusan HKTI yang baru tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan DPD dan DPC HKTI se-Sumatera Barat periode 2026–2031, diharapkan sinergi antara organisasi tani, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat.

Kehadiran Jon Firman Pandu sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Solok diharapkan turut memperkuat gerakan pembangunan pertanian di daerah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, serta kesejahteraan petani Kabupaten Solok.

(Siska)

Exit mobile version