BeritaKabupaten SolokPendidikan

Pemkab Solok Sosialisasikan Gerakan Penanganan ATS dan Penekanan Angka ABPS

40
Pemkab Solok Sosialisasikan Gerakan Penanganan AT dan Penekanan Angk ABPS
Pemkab Solok Sosialisasikan Gerakan Penanganan AT dan Penekanan Angk ABPS. (f/harpani siska)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat komitmen dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak melalui Sosialisasi Gerakan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Penekanan Angka Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS), Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bunda Guru PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Solok, Zulfadli, M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Elafki, S.Pd., M.M., beserta jajaran.

ADVERTISEMENT

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat, Roza Linda, M.Pd., yang memberikan pemaparan mengenai strategi penanganan Anak Tidak Sekolah serta langkah pencegahan terhadap anak yang berisiko mengalami putus sekolah.

Peserta kegiatan terdiri atas Koordinator Pengawas dan Kepala SMP se-Kabupaten Solok, guru Bimbingan dan Konseling (BK), Wakil Kesiswaan SMP, komite sekolah, Ketua PKBM Kabupaten Solok, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pihak didorong meningkatkan kepedulian dan melakukan identifikasi terhadap anak yang sudah tidak bersekolah maupun peserta didik yang memiliki potensi putus sekolah.

Penanganan ATS dan ABPS membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, komite sekolah, masyarakat hingga lembaga pendidikan nonformal.

Kolaborasi diperlukan agar faktor penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

Pendataan dan pemetaan menjadi salah satu langkah penting dalam upaya tersebut. Data yang akurat diharapkan dapat membantu pemerintah dan sekolah menentukan bentuk pendampingan serta solusi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Peran guru, khususnya guru BK dan unsur kesiswaan, juga dinilai strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa. Pendampingan sejak awal diharapkan mampu mencegah masalah berkembang hingga menyebabkan anak meninggalkan bangku sekolah.

Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen terus mendorong layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Melalui gerakan bersama tersebut, Pemkab Solok berharap angka Anak Tidak Sekolah dan Anak Berisiko Putus Sekolah dapat ditekan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Solok secara berkelanjutan.

(Siska)

Exit mobile version