BeritaBlitar

Tiga Cabor Persoalkan Musorkotlub KONI Kota Blitar, Minta Proses Ditunda

18

Mjnews.id – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar, Selasa (22/9/2026), mendapat sorotan dari sejumlah cabang olahraga. Persoalan muncul terkait mekanisme peserta, waktu penyampaian undangan, hingga pemberian tata tertib forum.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar, M. Trijanto, mengatakan pihaknya bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Jujitsu mempertanyakan sejumlah tahapan yang dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

Menurut Trijanto, persoalan tersebut sempat muncul ketika perwakilan cabor hendak memasuki ruang Musorkotlub. Ia menyebut setiap cabor seharusnya memiliki kesempatan mengirimkan tiga orang, terdiri atas satu pemilih dan dua peninjau.

Namun, kata dia, panitia pada awalnya hanya mengakomodasi satu orang dari cabor.

“Kami sempat dihadang karena panitia hanya mengundang satu orang. Setelah kami komunikasikan dan mengacu pada AD/ART, akhirnya tiga orang bisa masuk, terdiri dari satu pemilih dan dua peninjau,” ujar Trijanto.

Tidak berhenti di persoalan tersebut, Trijanto juga mempertanyakan waktu penyampaian undangan Musorkotlub.

Ia menyebut undangan yang diterima cabor hanya berselang sekitar lima hari sebelum pelaksanaan. Padahal, menurutnya, ketentuan dalam AD/ART mengatur waktu penyampaian undangan lebih awal.

Persoalan lain yang disoroti adalah tata tertib atau tatib Musorkotlub. Trijanto mengatakan dokumen tersebut baru diberikan kepada peserta pada hari pelaksanaan.

“Tatib menurut AD/ART seharusnya sudah diberikan tujuh hari sebelumnya. Tetapi faktanya, pagi tadi baru diberikan,” katanya.

Ia juga mempertanyakan proses Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), termasuk keterlibatan cabang olahraga dalam tahapan tersebut.

Menurut Trijanto, apabila memang pernah dilakukan rapat kerja kota yang berkaitan dengan proses tersebut, semestinya terdapat dokumentasi dan berita acara yang dapat diperlihatkan kepada cabor.

“Saya sebagai ketua cabor belum pernah menerima undangan terkait itu,” ujarnya.

Atas sejumlah persoalan tersebut, Percasi, IMI, dan Jujitsu berencana menyampaikan nota keberatan kepada panitia penyelenggara Musorkotlub.

Trijanto berharap persoalan tersebut tidak dipandang sebagai upaya menghambat pelaksanaan forum. Menurutnya, keberatan yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian agar proses pemilihan kepengurusan KONI Kota Blitar berjalan dengan aturan yang jelas dan dapat diterima seluruh cabor.

“Kalau prosedurnya memang bermasalah, tentu hasilnya juga bisa dipersoalkan. Karena itu kami berharap Musorkotlub ditunda atau dibatalkan sampai seluruh persoalan prosedural diselesaikan,” tegasnya.

Di tengah dinamika tersebut, penyelesaian persoalan secara terbuka dan komunikasi antara panitia dengan cabang olahraga menjadi penting. Sebab, Musorkotlub bukan hanya menyangkut proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan pembinaan olahraga dan kepentingan para atlet di Kota Blitar.

Seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan aturan organisasi dan mencari titik temu sehingga proses Musorkotlub tidak berlarut-larut serta tetap menjaga suasana olahraga di Kota Blitar. (*)

Exit mobile version