| Agen Minyak Industri Tak Berizin Masih Terus Jual BBM di Merauke. (f/ist) |
Merauke, Mjnews.id – Di tengah meraknya antrean bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di seputaran Kota Merauke, pemandangan menarik terjadi di salah satu agen minyak industri di seputaran jalan Menara Lampu Satu, dimana agen minyak industri tersebut diketahui sudah lama tutup dan tidak mempunyai izin, namun masih terus beroperasi menjual BBM jenis partalite.
Diketahui, agen minyak industri atau tempat jual minyak tersebut sebelumnya harus menjual BBM non subsidi yaitu menjual bahan bakar minyak (BBM) umum atau non subsidi yaitu jenis Pertalite, Pertamax dan Bio Solar/HSD Industri.
Agen minyak tersebut sering melakukan pengisian BBM jenis Pertalite, di mana pengisian tersebut dilakukan dengan kendaraan tangki BBM roda enam, lalu diecer ke masyarakat yang ingin membeli, baik dengan jerigen maupun dengan mobil pick up yang dimuati drum.
Acho, salah seorang masyarakat mengatakan pernah membeli Pertalite dengan harga Rp. 8.000 sampai Rp. 8.500, sementara harga Pertalite di SPBU umum yaitu Rp. 7.650.
“Saya tadi beli di tempat agen minyak itu, BBM Pertalite harga Rp. 8.500. Dari pada saya antri di SPBU yang berada di kota, pengisiannya pun dibatasi dan tidak dapat dilayani dengan pengambilan drum atau jerigen,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).
Menurutnya, Agen minyak di sekitar jalan Lampu Satu ini sudah menjual di atas harga SPBU namun karena melihat antrean panjang yang terjadi baik di SPBP Jalan Parako maupun SPBU Jalan Ahmad Yani, maka Dia memilih untuk membeli di SPBU tersebut walaupun harga jualnya agak mahal.
“Dari pada kita antre lama terus saat giliran antre, operator SPBU bilang Pertalite habis, jadi percuma antre lama, mending beli di agen yang stok BBM selalu ada,” tandasnya.
Belakangan ini, masyarakat Merauke sangat menyoroti antrean BBM yang panjang sampai ada kendaraan yang bermalam atau menaruh kendaraannya di halaman SPBU.
Sementara permasalahan antrean BBM ini masih menjadi pertanyaan masyarakat bahwa siapa dalang dari kelangkaan BBM di Merauke.
(asm)
