Potensi Desa Cipeundeuy yang kaya raya, mulai dari wisata hingga hasil bumi seperti manggis, teh, dan pisang, menjadi modal besar.
“Saya mau coba pisang ini, jangan sampai dijualnya berbentuk pisang. Saya mau kreasikan menjadi makanan kemasan dengan cita rasa berbeda,” ungkap Ade.
Ia bertekad memberdayakan produk lokal dengan nilai tambah Dana 3 hingga 5 miliar rupiah ini akan difokuskan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.
Transparansi dan Keterbukaan
Terkait infrastruktur, Ade Irawan berencana memanfaatkan gudang kosong atau sekolah yang tidak terpakai sebagai kantor koperasi.
Hal ini untuk meminimalisir pengeluaran dan memastikan dana pinjaman berputar maksimal untuk usaha, bukan aset tidak bergerak.
Meski ini adalah gagasan pribadinya, ia siap tunduk pada hasil musyawarah pengurus. Transparansi anggaran menjadi komitmen utama.
Ade akan mempublikasikan seluruh kegiatan dan penggunaan dana melalui media sosial.
“Rp1 perak pun itu pasti ada pertanggungjawabannya,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik peran media sebagai mitra untuk kontrol dan pemberitaan yang berimbang. Dengan langkah-langkah strategis ini, Kopdes Merah Putih optimis dapat menjadi motor penggerak ekonomi Desa Cipeundeuy, mewujudkan kemakmuran.
(*/eki)
