BeritaHukumPesisir Selatan

Kuasa Hukum Sertu Arisnel Bantah Pemberitaan Tentang Meninggalnya Warga di Subdenpom Painan

43
Feby Rifli, SH, Kuasa Hukum Sertu Arisnel (kiri) dan saksi Tateng
Feby Rifli, SH, Kuasa Hukum Sertu Arisnel (kiri) dan saksi Tateng. (f/ist)

Feby Rifli juga menegaskan oleh salah seorang warga yang ikut menyaksikan kejadian tersebut di lokasi, yaitu Syahrial atau yang akrap disapa Tateng, warga Painan.

Syahrial kepada wartawan menyampaikan, kalau statemen Wirda di dua media online tersebut tidak benar dan hoax.

ADVERTISEMENT

“Saya ada di lokasi pada Senin 14 September 2026 itu. Oleh karena itu, saya berani membantah isi berita tersebut,” ungkapnya.

Sapaan akrap Tateng itu menceritakan, kalau saat itu tidak ada perdebatan sengit, antara almarhum Iltaniardi dengan Sertu Arisnel.

“Yang benarnya, Wirda (istri Iltaniardi) yang berkata lantang, serta terkesan memaki-maki dan menunjuk-nunjuk Sertu Arisnel dengan tangan kiri. Padahal, Sertu Arisnel saat itu datang berseragam PDL lengkap,” ujarnya.

Sementara saat itu almarhum Iltaniardi, hanya terlihat diam saja.Kendati dihujani tudingan serta kata-kata kasar oleh Wirda, Sertu Arisnel terlihat banyak diam.

“Sertu Arisnel sudah sangat-sangat sabar saat itu, tidak membalas kata-kata kasar, tak banyak reaksi, dan sabar sekali,” beber Syahrial.

“Nah, dari keterangan Pak Syahrial alias Tateng ini, jelas kalau point ke dua, tidak ada perdebatan sengit seperti dituduhkan dalam pemberitaan dua media online tadi,” ujar Feby Rifki diamini Syahrial alias Tateng.

Ketiga, tudingan menyebut kalau almarhum Iltaniardi meninggal di Kantor Subdenpom Painan.

“Ini tudingan yang lebih tidak masuk akal lagi. Coba Pak Syahrial menjelaskan kejadian ini juga, bagaimana sebenarnya,” pinta Feby Rifli kepada sapaan akrab Tateng itu.

Tudingan meninggalnya Almarhum Iltaniardi seperti dalam pemberitaan, juga sangat tidak benar.

“Saya di lokasi, dan saya ikut membantu Almarhum. Mulai dari mencarikan mobil, hingga mengantar ke RSUD M Zein Painan,” akunya.

Syahrial mengatakan, sesaat setelah mendengarkan kata-kata kasar dari Wirda di ruang pemeriksaan yang disiapkan pihak Subdenpom dengan tujuan ke dua pihak bisa dimediasi. Sertu Arisnel ke luar dari ruangan, minta izin ke kamar kecil di Kantor Subdenpom Painan.

“Saya melihat itu dengan jelas, karena jarak antara ruangan tadi hanya beberapa meter dari lokasi saya duduk,” ungkap sapan akrab Tateng.

Exit mobile version